BENDA, BANTENEKSPRES.CO.ID – SMPN 30 Tangerang menggelar puncak kegiatan kokurikuler dengan mengusung tema “Semangat Kartini dalam Kehidupan Pelajar Masa Kini”. Acara ini menjadi wadah bagi siswa untuk mengeksplorasi kreativitas sekaligus memperkuat karakter melalui pengenalan tokoh pejuang wanita, Jumat 24 April 2026.
Kepala SMPN 30 Tangerang, Muhammad Dace, menjelaskan kegiatan ini dirancang tidak hanya sebagai ajang unjuk bakat, tetapi juga sebagai sarana pembentukan karakter siswa sesuai dengan profil lulusan dan kebiasaan positif anak Indonesia.
“Kegiatan hari ini merupakan puncak dari rangkaian kokurikuler yang sudah dimulai sejak hari Senin. Selama sepekan, anak-anak membuat karya kreativitas dan menelusuri tokoh-tokoh pahlawan wanita, baik lokal maupun nasional,” ujar Dace saat diwawancarai oleh bantenekspres.co.id, Jumat 24 April 2026.
Pada kegiatan Kokurikuler ini, bertepatan dengan momentum peringatan Hari Kartini. Para siswa diajak mengenal lebih luas sosok pejuang perempuan, tidak hanya tokoh nasional seperti R.A. Kartini, Cut Nyak Dhien, dan Dewi Sartika, tetapi juga tokoh lokal seperti Nyi Mas Melati dari wilayah Tangerang dan Banten.
“Anak-anak harus tahu bahwa pahlawan perempuan itu tidak hanya Kartini. Tokoh lokal juga penting untuk dikenali agar mereka lebih dekat dengan sejarah di lingkungannya sendiri,” tambahnya.
Dace menyebut, berbagai kegiatan ditampilkan dalam puncak acara, mulai dari storytelling berbahasa Inggris, pembacaan puisi, hingga fashion show. Selain itu, karya siswa seperti miniatur Masjid Agung Banten, timeline sejarah pahlawan wanita, hingga seni batik khas Banten turut dipamerkan.
Menurut Dace, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mengidentifikasi potensi siswa yang nantinya akan dibina lebih lanjut. “Melalui kegiatan ini, kita bisa melihat potensi anak-anak, baik dari sisi bahasa, seni, maupun kreativitas lainnya. Ini akan kita dampingi ke depan sebagai bagian dari pengembangan life skill mereka,” jelasnya.
Ke depan, pihak sekolah berencana menjadikan kegiatan ini sebagai agenda rutin setiap semester, khususnya pada semester ganjil. Bahkan, sekolah juga ingin melibatkan orang tua siswa agar kolaborasi dalam mendukung perkembangan anak semakin kuat.
“Harapannya, kegiatan seperti ini tidak hanya melibatkan siswa dan guru, tetapi juga orang tua. Kita ingin mereka melihat langsung proses dan hasil karya anak-anak, sehingga dukungan itu semakin nyata,” ungkapnya.
Ia juga menekankan, kegiatan ini tidak hanya berfokus pada siswa, tetapi turut mendorong kreativitas guru dalam membimbing dan mengarahkan peserta didik.
“Kalau guru tidak kreatif dan inovatif, kegiatan seperti ini tidak akan terwujud. Jadi ini juga menjadi ruang bagi guru untuk berkembang,” katanya.
Dengan adanya kegiatan ini, SMPN 30 Tangerang berharap dapat menciptakan lingkungan belajar yang tidak hanya berorientasi akademik, tetapi juga mampu mengasah kreativitas, kolaborasi, dan inovasi siswa sebagai bekal kehidupan di masa depan.
“Mudah-mudahan ini menjadi langkah awal yang baik dan terus berlanjut sebagai budaya sekolah,” tutupnya. (*)
Reporter: Muhammad Dhuyuf Khuzaimi










