Wajah Baru Gedung Bapenda–Disdukcapil Tangsel, Pelayanan Makin Mudah dan Modern

Gedung Bapenda dan Disdukcapil di Cilenggang Serpong, dibangun oleh DCKTR dari APBD Kota Tangsel.

SERPONG,BANTENEKSPRES.CO.ID, — Gedung Badan Pelayanan dan Pendapatan Daerah (Bapenda) dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil setinggi tujuh lantai gagah berdiri.

Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie bersama Wakil Wali Kota Pilar Saga Ichsan, Sekda Bambang Noertjahjo dan kepala OPD lainya meninjau langsung usai Apel Hari Kesadaran Nasional di kawasan Cilenggang, Serpong, Senin (20/4). Gedung tersebut diketahui telah rampung dibangun oleh Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) Kota Tangsel, setelah proses pembangunan yang berlangsung sejak tahun lalu.

Bacaan Lainnya

Benyamin berkeliling melihat satu per satu unit pelayanan di kedua organisasi perangkat daerah (OPD), sekaligus memastikan berbagai inovasi layanan berjalan optimal.

“Gedung ini kita bangun tahun lalu, interiornya selesai tahun ini dan sudah mulai difungsikan. Kita harapkan inovasi pelayanan publik di sini terus dikembangkan,” ujar Benyamin.

Mantan birokrat Kabupaten Tangerang ini menjelaskan, pembangunan fisik gedung telah diselesaikan oleh DCKTR sejak tahun lalu, sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas infrastruktur pelayanan publik di Kota Tangsel. Konsep pelayanan di gedung baru Bapenda mengadopsi sistem perbankan yang lebih modern dan efisien. Salah satu inovasi yang dihadirkan adalah penggunaan teknologi QRIS Tap untuk pembayaran pajak daerah.

Wali Kota Benyamin Davnie meninjau pelayanan layanan Adminduk di Loket Disdukcapil
Wali Kota Benyamin Davnie meninjau pelayanan layanan Adminduk di Loket Disdukcapil

“Pembayaran cukup menggunakan handphone, tinggal tap saja. Ini inovasi dari Bank Indonesia dan informasinya baru pertama diterapkan di pemerintah daerah,” katanya.

Selain meninjau fasilitas, Benyamin juga menyempatkan diri menyapa warga yang tengah mengantre layanan di Disdukcapil. Ia melihat langsung proses pengurusan berbagai dokumen, seperti akta kelahiran, akta kematian, hingga layanan KTP.

Menurutnya, pelayanan di Disdukcapil kini mengusung konsep “3O”, yakni online, offline, dan ojol (ojek online). Dengan sistem tersebut, masyarakat dapat mengurus dokumen secara daring dan hanya datang ke lokasi untuk proses akhir seperti pencetakan.

“Tadi saya bertemu warga yang mengurus KTP melalui layanan ojol. Jadi datang ke sini tinggal cetak saja. Ini memudahkan masyarakat, tapi tetap harus terus disempurnakan,” ucapnya.

Benyamin juga menyoroti sejumlah fasilitas pendukung yang telah disediakan, mulai dari ruang laktasi, area bermain anak, hingga pojok kopi gratis bagi pengunjung. Namun, ia meminta agar fasilitas yang masih kurang, seperti area bermain anak di Disdukcapil, dapat segera ditingkatkan.

Gedung pelayanan tersebut memiliki tujuh lantai dan dilengkapi layanan ramah disabilitas dengan petugas khusus. Di bagian belakang, terdapat gedung parkir yang terintegrasi, termasuk fasilitas pelayanan pernikahan non-muslim. Pada hari yang sama, tercatat tiga pasangan dijadwalkan melangsungkan pernikahan di lokasi tersebut.

Benyamin berharap kehadiran gedung pelayanan dengan wajah baru ini mampu meningkatkan kualitas layanan publik sekaligus mendorong peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).

“Kita ingin masyarakat puas dengan pelayanan yang diberikan. Jika masih ada kekurangan, silakan beri masukan untuk perbaikan ke depan,” pungkasnya. (*)

Pos terkait