CIPUTAT,BANTENEKSPRES.CO.ID – Bantuan renovasi rumah tidak layak huni dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Tangsel kembali menyasar warga di Kelurahan Serua Indah, Kecamatan Ciputat.
Lurah Serua Indah Nursobah mengatakan, saat ini proses telah memasuki tahap akhir survei sekaligus penentuan penerima bantuan.
“Ini sudah survei terakhir, jadi tahap penentuan. Untuk pelaksanaannya diperkirakan sekitar satu sampai dua minggu ke depan,” ujarnya kepada BANTENEKSPRES.CO.ID, Selasa, 7 April 2026.
Nursobah menambahkan, dari tiga rumah yang sebelumnya diusulkan, hanya satu yang akhirnya mendapatkan bantuan dari Baznas Kota Tangsel. Dua lainnya tidak masuk karena telah lebih dulu menerima bantuan dari program lain.
“Yang satu sudah dapat bantuan dari Baznas pusat di RT 2 RW 9, dan satu lagi sudah masuk program bedah rumah. Jadi sekarang tinggal satu yang dibantu,” tambahnya.
Rumah yang akan direnovasi tersebut milik Ayani (65), seorang janda yang tinggal di RT 3 RW 2 Kelurahan Serua Indah. Kondisi rumahnya dinilai cukup memprihatinkan, terutama pada bagian atap yang nyaris ambruk.
“Atapnya dari genteng dan rangkanya sudah rapuh. Kalau dilihat juga pintu-pintunya sudah renggang,” jelasnya.
Wanita berkerudung ini menjelaskan, perbaikan akan difokuskan pada bagian atap terlebih dahulu. Namun, apabila anggaran mencukupi, renovasi dapat dilanjutkan ke bagian lain seperti plafon hingga dinding.
“Kalau cukup nanti bisa sekalian plafon, bahkan tembok. Tapi prioritasnya atap dulu,” tuturnya.
Untuk renovasi tersebut, Baznas mengalokasikan anggaran sekitar Rp25 juta yang mencakup biaya material dan pengerjaan. “Kalau melihat kondisi rumah yang cukup luas, sebenarnya untuk atap saja mungkin masih terbatas. Tapi akan dimaksimalkan sesuai anggaran,” ungkapnya.
Selama proses renovasi, Ayani akan mengontrak rumah sementara dengan biaya sendiri. Proses pengerjaan diperkirakan memakan waktu maksimal satu bulan.
Dalam pelaksanaannya, pihak Baznas juga mengajak keterlibatan masyarakat sekitar untuk membantu proses pembongkaran dan pembangunan agar lebih cepat selesai.
“Baznas juga meminta RT, RW, kelurahan, dan warga untuk gotong royong saat pembongkaran atap supaya lebih cepat dan meringankan beban pemilik rumah,” tuturnya.
Nursobah mengakui, masih banyak warga di wilayahnya yang membutuhkan bantuan renovasi rumah. Namun sebagian besar telah tertangani melalui program bedah rumah dari Pemkot Tangsel.
“Tahun lalu ada sekitar 17 rumah yang sudah dibantu. Untuk tahun ini kemungkinan ada lagi, tapi jumlahnya belum diketahui,” tutupnya.
Sementara itu, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Tangsel tahun ini akan melakukan renovasi puluhan rumah yang tak layak huni menjadi layak huni di Kota Tangsel.
Program tersebut merupakan bagian dari komitmen Baznas dalam mendukung program Pemkot Tangsel untuk menurunkan angka kemiskinan melalui perbaikan hunian bagi masyarakat kurang mampu.
Ketua Baznas Kota Tangsel Mohamad Subhan mengatakan, tahun ini pihaknya akan melakukan renovasi 54 unit rumah tidak layak huni menjadi layak huni.
“Tahun ini kita target kita rencana 54 rumah tapi, nanti disesuaikan dengan permohonan dan kekuatan serta keuangan Baznas,” ujarnya.
Subhan menambahkan, rumah yang akan direhab memiliki beberapa kriteria. Pertama dari sisi pemilik masuk disalah satu asnaf (mustahik penerima jakat)
Kedua dari sisi rumah memang tidak layak.
“Hanya yang dibantu baznas ini parsial tidak utuh 1 rumah, misal atap yang kurang layak maka kita kerjakan atapnya saja. Yang pasti kepemilikan rumah milik sendiri,” tambahnya.
Untuk mendapat bantuan rehab rumah layak huni caranya dengan mengajukan ke baznas dengan melampirkan data-data seperti KTP, SKTM, foto rumah yang akan diperbaiki dan nanti ada tim Baznas yang melakuka asesmen. (*)











