PAMULANG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Bengkel sepeda motor yang ada di Jalan Pamulang 2, Kecamatan Pondok Benda, Kecamatan Pamulang ludes terbakar, Rabu, 1 April 2026 sekitar pukul 11.30 WIB.
Api diduga berasal dari hubungan arus oendek atau korsleting listrik dari salah satu bagian bengkel yang juga menjual spare part motor ini. Kemudian petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Tangsel bersama warga berupaya memadamkam api.
Arus lalu lintas di sekitar lokasi juga macet total akibat jalan ditutup untuk memudahkan kendaraan damkar keluar masuk.
Saksi yang tak jauh dari lokasi, Faizal (26) mengatakan, kebakaran terjadi sekitar pukul 11.30 WIB. “Yang terbakar ini bengkel notor, tepatnnya Bengkel Hendri Motor,” ujarnya kepada BANTENEKSPRES.CO.ID, Rabu, 1 April 2026.
Faizal menambahkan, saat kejadian dirinya sedang melayani pembeli yang memesan ayam penyet. Warung makan tempatnya jualan hanya berjalan sekitar 10 meter dari bengkel yang terbakar. “Warung saya alhamdullah tidak terbakar karena terhalang ada gang yang lebarnya sekitar 3 meter,” tambahnya.
Menurutnya, awalnya ia melihat asap terlihat dari atap bengkel. Tak lama ada karyawan bengkel datang minta air dengan membawa ember. “Lalu orang ini buka kran air, tapi karena airnya mengalir kecil jadi lama penuhnya dan api langsung membesar dan melahap isi dan seluruh bengkel motor ini,” tuturnya.
Karyawan bengkel juga langsung teriak dan berlari menyelamatkan diri. “Saat kebakaran bemgkel tidak terlalu ramai. Barang yang ada di bengkel ludes terbakar semua,” tuturnya.
Faizal menuturkan, selain menghanguskan bengkel, api juga merembat dan membakar bangunan yang dijadikan gudang bengkel motor yang ada di belakang bengkel motor yang terbakar. Namun, gudang yang terbakar itu milik bengkel yang lokasinya tidak jauh dari lokasi kebakaran.
“Gudang yang terbakar ini milik Berkah Jaya Motor, yang terbakar ban, oli, cat semprot dan lainnya,” tutupnya.
Sementara itu, Kapolsek Pamulang Galuh Febri Saputra mengatakan, kebakaran tersebut masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Dugaan sementara, sumber api berasal dari korsleting listrik namun, kepastian penyebabnya masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut.
Api dengan cepat membesar sehingga proses pemadaman cukup sulit dilakukan oleh petugas pemadam kebakaran (Damkar). “Dugaan awal bisa saja dari korsleting listrik, tapi kami masih akan lakukan penyelidikan apakah dari bahan bakar, listrik, atau sumber lainnya,” ujarnya.
Galuh menambahkan, dalam peristiwa tersebut dipastikan tidak ada korban jiwa. Namun, petugas Damkar mengalami kelelahan karena harus berjibaku memadamkan api yang cepat menyebar.
“Korban nihil, tapi petugas cukup kelelahan karena api cepat sekali membesar,” tambahnya.
Sementara itu, arus lalu lintas di sekitar lokasi sempat mengalami kepadatan akibat kejadian tersebut. Aparat kepolisian bersama unsur terkait langsung melakukan pengaturan dan pengalihan arus untuk mengurai kemacetan.
“Tadi sempat terjadi kepadatan, tapi sudah kami alihkan agar lalu lintas kembali lancar,” jelasnya.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran tersebut.
Sementara itu, Komandan Regu Damkar Kecamatan Pamulang Abdul Rojak mengatakan, tidak ada kobar jiwa dalam kebakaran tersebut. “Namun, ada satu anggota saya yang mengalami sesak nafas karena saat kebakaran cuaca panas terik dan angin kencang,” ujarnya.
Rojal menambahkan, pihaknya berhasil menyelamatkan satu unit sepeda yang ada di dalam bengkel yang terbakar. “Yang terbakar ini bengkel dan spare part motor. Tadi sempat terdengar suara ledakan dan itu berasal dari oli terbalar yang ada di gudang,” jelasnya.
Menurutnya, akibat kebakaran tersebut pemilik mengalami kerugian sekitar Rp3 miliar karena pemilik bengkel baru saja belanja alat-alat motor.
Begitu pihaknya tiba di lokasi langsumg melakukan pemblokiran lokasi sehingga api tidak berambat ke bangunan disebelahhnya. “Untuk memadamkan api kita mengerahkan 7 unit damkar dengan 65 personelnya. Dua jam kemudian api berhasil dikuasi,” tutupnya. (*)











