RAJEG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Berhenti merokok bukan lagi sekadar impian. Memanfaatkan momentum bulan suci Ramadan, Puskesmas Rajeg mengajak masyarakat untuk mulai hidup sehat dengan meninggalkan kebiasaan merokok melalui program Upaya Berhenti Merokok (UBM).
Dokter di Puskesmas Rajeg, dr. Tri Yudha Nugraha mewakili Kepala Puskesmas Rajeg drg. Tohiroh, menekankan bulan Ramadan merupakan waktu yang paling tepat untuk memulai langkah awal berhenti merokok karena perubahan pola makan dan aktivitas selama berpuasa.
Menurut tenaga medis di Puskesmas Rajeg ini, terdapat tiga metode yang bisa diterapkan masyarakat untuk memutus kecanduan rokok.
“Pertama, berhenti secara total. Kedua, menunda saat ingin merokok. Ketiga, menegurangi jumlah batang rokok secara bertahap,” jelasnya, Kamis, 12 Maret 2026.
Langkah tegas ini diambil bukan tanpa alasan. Berdasarkan data WHO, satu batang rokok mengandung ribuan zat kimia berbahaya yang terbentuk saat tembakau dibakar dan terisap.
Paparan zat-zat ini dalam jangka panjang menjadi pemicu utama berbagai jenis kanker dan penyakit degeneratif lainnya.
Bagi warga yang membutuhkan bantuan profesional, Puskesmas Rajeg telah menyediakan Layanan Upaya Berhenti Merokok (UBM).
Program ini dirancang untuk memberikan dukungan, konseling, dan panduan bagi warga yang ingin benar-benar lepas dari ketergantungan tembakau.
Jadwal layanan UBM Puskesmas Rajeg setiap Kamis, pukul 08.00 – 13.00 WIB.
Masyarakat yang ingin berkonsultasi juga dapat membuat janji temu terlebih dahulu agar proses pendampingan berjalan lebih maksimal.
Sebelum menutup keterangananya, ia mengajak menjadikan Ramadan tahun ini sebagai awal baru untuk kesehatan yang lebih baik. (*)
Reporter: Zakky Adnan











