Momentum Ramadan, PDM Kota Tangerang Perkuat Wujudkan Tiga Aspek Ajaran KH Ahmad Dahlan

Momentum Ramadan, PDM Kota Tangerang Perkuat Wujudkan Tiga Aspek Ajaran KH Ahmad Dahlan
Ketua PDM Kota Tangerang, KH Saiman Sholeh saat memberikan paket sembako kepada penerima manfaat. Foto for Bantenekspres.co.id

CILEDUG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Tangerang kembali berkomitmen memperkuat kepekaan sosial melalui rangkaian kegiatan Safari Ramadan.

Acara yang dibarengi dengan santunan anak yatim dan duafa ini diselenggarakan di Masjid Al Manar, Kecamatan Ciledug, menjelang waktu berbuka puasa, pada Jumat, 6 Maret 2026.

Bacaan Lainnya

Ketua PDM Kota Tangerang, KH Saiman Sholeh menuturkan, kegiatan Safari Ramadan merupakan program rutin yang menyasar 10 Cabang Muhammadiyah di wilayah Kota Tangerang, salah satunya di kecamatan ciledug.

Menurutnya, momen ini bukan sekadar ajang silaturahmi, melainkan memperkuat pengejawantahan nyata dari Teologi Al-Ma’un yang diajarkan KH Ahmad Dahlan.

“Pengejawantahan dari Teologi Al-Ma’un yang diajarkan KH Ahmad Dahlan ada tiga aspek, yaitu aspek kesehatan Rohani, kesehatan jasmani dan kesehatan ekonomi,” ungkap KH Saiman saat diwawancarai usai kegiatan Safari Ramadan.

KH Saiman menjelaskan,  Muhammadiyah sangat menaruh perhatian pada tiga aspek utama kesejahteraan umat tersebut.  Pada aspek bidang kesehatan rohani guna memperkuat nilai spiritual dan wawasan keagamaan selama Ramadan.

Kemudian kesehatan jasmani untuk memastikan kondisi fisik masyarakat tetap terdukung, dan pada aspek kesehatan ekonomi difokuskan pada kemandirian dan pemberdayaan finansial masyarakat.

“Kita tidak cukup hanya berdiskusi atau debat kusir. Yang paling penting adalah implementasi dari teori-teori tersebut. Inilah bentuk kepekaan sosial kita sebagai bentuk pembuktian iman,” jelasnya.

Dia menyebut, salah satu instrumen utama dalam gerakan tersebut yaitu Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sedekah Muhammadiyah (LAZISMU).

KH Saiman mengungkapkan, bahwa LAZISMU telah melakukan langkah konkret dalam mengubah nasib ekonomi masyarakat, salah satu contoh yakni dengan mengubah profesi pemulung menjadi pedagang melalui bantuan modal gerobak.

“Pemberdayaan ekonomi itu penting. Dari LAZISMU, kita sudah memberikan bantuan seperti gerobak agar masyarakat bisa meningkat ekonominya. Memang belum maksimal, tapi ini sudah berjalan,” ungkapnya.

Tak hanya itu, KH Saiman juga menyoroti peran aktif ‘Aisyiyah, yaitu sebuah organisasi otonom perempuan Muhammadiyah. Ia menegaskan tidak ada batasan gender dalam pengabdian di Muhammadiyah. Ibu-ibu ‘Aisyiyah bergerak masif di sektor pendidikan, kesehatan, hingga ekonomi secara berdampingan dengan kaum laki-laki.

“Jadi tidak ada batasan gender dalam pengabdian di Muhammadiyah,” tegasnya.

KH Saiman menambahkan,  semangat solidaritas di tubuh Muhammadiyah bersifat inklusif. Bantuan dan perhatian sosial tidak hanya terbatas untuk internal warga Muhammadiyah, tetapi meluas ke masyarakat umum, bahkan hingga solidaritas internasional seperti bantuan untuk Palestina.

“Selain pemberdayaan ekonomi, kami juga tengah merintis program kepedulian terhadap lansia sebagai bagian dari pengembangan pelayanan sosial khususnya  di Provinsi Banten,” pungkasnya.(*)

Pos terkait