Konflik Iran–Amerika Berdampak Global, Keberangkatan Umroh Ditunda Demi Keselamatan Jemaah

Dampak perang Iran - Amerika, membuat pengusaha travel umroh menunda keberangkatan jemaah umrohnya ke Mekah. Randy/Bantenekspre.co.id

KELAPADUA,BANTENEKSPRES.CO.ID – Ketegangan perang antara Iran dan Amerika Serikat membawa dampak luas terhadap berbagai sektor internasional, termasuk dunia penerbangan dan perjalanan ibadah umroh. Situasi keamanan kawasan Timur Tengah yang belum stabil membuat sejumlah penerbangan menuju Arab Saudi terpaksa ditunda bahkan dibatalkan sementara waktu.

Dampak tersebut dirasakan langsung oleh calon jemaah umroh dari berbagai negara, termasuk Indonesia. Sejumlah maskapai penerbangan memilih melakukan pembatalan jadwal penerbangan (cancel flight) sebagai langkah antisipasi terhadap risiko keamanan penerbangan di wilayah udara yang terdampak konflik.

Bacaan Lainnya

Akibatnya, keberangkatan jemaah umroh yang telah dijadwalkan harus ditunda hingga kondisi dinilai aman oleh otoritas penerbangan internasional.

Salah satu travel yang terdampak adalah BST Grup Travel Umroh yang ada di Kecamatan Kelapa Dua yang terpaksa menunda keberangkatan jemaah menuju Mekkah. Pihak travel menyebut keputusan tersebut diambil demi keselamatan seluruh jemaah.

Owner BST Grup Travel Umroh Wawan Suhada mengatakan, bahwa pihaknya menerima pemberitahuan langsung dari maskapai terkait pembatalan penerbangan akibat situasi geopolitik yang memanas.

“Untuk sementara waktu keberangkatan jemaah umroh kami harus ditunda karena penerbangan dibatalkan. Maskapai tidak dapat memastikan jadwal pengganti karena kondisi kawasan udara Timur Tengah masih belum stabil,” ujar Wawan saat dikonfirmasi Bantenekspres.co.id, Senin 2 Maret 2026.

Ia menjelaskan bahwa keselamatan jemaah menjadi prioritas utama dibandingkan tetap memaksakan keberangkatan di tengah kondisi yang berisiko tinggi. Karena, kondisi di sana sedang memanas dan tidak tahu sampai kapan akan selesai.

“Kami memahami jemaah sudah sangat menantikan keberangkatan ini, namun faktor keselamatan adalah hal yang paling utama. Kami tidak ingin mengambil risiko sekecil apa pun,” katanya.

Menurut Wawan, hingga saat ini pihak travel terus berkoordinasi dengan maskapai penerbangan serta otoritas terkait untuk mendapatkan kepastian jadwal baru. Dan pihaknya juga terus melakukan pendataan.

“Kami masih menunggu perkembangan situasi internasional. Belum ada solusi pasti dari maskapai karena banyak jalur penerbangan yang terdampak konflik. Kemungkinan besar keberangkatan akan dijadwalkan ulang setelah kondisi benar-benar aman,” jelasnya.

Ia menambahkan, bahwa seluruh jemaah telah diberikan penjelasan secara transparan mengenai kondisi yang terjadi, termasuk opsi penjadwalan ulang tanpa mengurangi hak layanan jemaah.

“Kami memastikan semua jemaah tetap terdata dan keberangkatan hanya ditunda, bukan dibatalkan. Begitu situasi kondusif dan penerbangan kembali normal, kami akan segera memberangkatkan mereka,” tutupnya. (*)

Reporter: Randy Yastiawan

 

Pos terkait