SETU,BANTENEKSPRES.CO.ID – Delapan remaja diamankan anggota Polsek Cisauk saat diduga terlibat aksi perang sarung di wilayah Kelurahan Keranggan, Kecamatan Setu, Sabtu (28/2/2026) malam.
Mereka diamankan ketika polisi menggelar Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) untuk mengantisipasi potensi tawuran remaja di wilayah hukum Polsek Cisauk.
Kapolsek Cisauk, AKP Dhady Arsya mengatakan, para remaja tersebut terjaring saat petugas melakukan patroli kewilayahan bersama unsur Potensi Masyarakat (Potmas).
“Saat melaksanakan patroli KRYD, anggota kami bersama Potmas berkeliling wilayah hukum Polsek Cisauk dan mendapati sekelompok remaja melakukan perang sarung di depan Makam Kramat Hantab, Kampung Momonggor, Kelurahan Keranggan, Kecamatan Setu,” ujar Dhady kepada Bantenekspres.co.id, Minggu 1 Februari 2026.
Melihat kejadian itu, petugas langsung bergerak membubarkan aksi tersebut. Berdasarkan keterangan Ketua RT setempat, Sopian, jumlah remaja yang terlibat diperkirakan mencapai sekitar 30 orang.
“Bersama warga, anggota kami membubarkan perang sarung tersebut dan mengamankan delapan remaja,” katanya.
Selanjutnya, para remaja tersebut dibawa ke Mapolsek Cisauk untuk didata dan dimintai keterangan oleh Unit Reskrim.
“Kami juga meminta mereka menghubungi orang tua masing-masing, termasuk Ketua RT/RW serta pihak sekolah jika masih berstatus pelajar,” jelasnya.
Dalam kegiatan tersebut, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa tiga unit sepeda motor, yakni Honda Beat merah bernomor polisi B 3255 NZP, Yamaha Mio Soul putih B 6872 WOL, serta Yamaha Lexi B 4532 NNC.
“Semua barang bukti kami amankan ke Mapolsek,” ujarnya.
Dhady menegaskan, patroli yang dilakukan merupakan upaya menjaga situasi keamanan selama Ramadan agar masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan tenang.
“Kami ingin memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan nyaman tanpa gangguan aksi yang meresahkan. Patroli akan terus kami tingkatkan selama Ramadan,” katanya.
Ia pun mengajak masyarakat, khususnya para remaja, untuk bersama-sama menjaga ketertiban selama bulan suci.
“Mari bersama-sama menciptakan Ramadan yang damai dan penuh berkah dengan menjaga ketertiban serta menjauhi tindakan yang meresahkan masyarakat,” tutupnya.(*)











