TANGERANG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Gubernur Banten Andra Soni menanggapi persoalan resapan air dan banjir di Kota Tangerang usai menghadiri Rapat Paripurna peringatan Hari Ulang Tahun Kota Tangerang ke-33, Sabtu 28 Februari 2026.
Ia mengakui persoalan sampah dan banjir masih menjadi tantangan yang dihadapi Kota Tangerang. Menurutnya, hal tersebut juga telah disampaikan kepada pimpinan DPRD dan menjadi perhatian bersama.
Andra mengajak semua pihak melihat kembali kondisi Kota Tangerang pada awal 1990-an. Ia menceritakan pengalamannya saat pertama kali datang ke kawasan Puri Kencana pada 1993, yang saat itu masih dipenuhi area tampungan air di sisi kiri dan kanan jalan.
Namun seiring waktu, kawasan tersebut berkembang menjadi permukiman dan bangunan. Ia menilai perkembangan itu tidak terlepas dari meningkatnya kebutuhan lahan tempat tinggal, meskipun sebagian berada di wilayah yang sebelumnya merupakan daerah resapan air.
“Saya tahun 1993 masuk ke Puri Kencana. Dulu kiri-kanannya daerah tampung air, beberapa tahun kemudian berubah jadi bangunan. Kita sadar kebutuhan lahan membuat banyak kawasan resapan air dibangun, dan itu sudah terjadi,” ujarnya.
Selain itu, ia menilai situ atau danau di wilayah Tangerang, seperti Situ Cipondoh, tidak seharusnya hanya difungsikan sebagai penampung air. Menurutnya, kawasan tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk mendukung aktivitas ekonomi serta kegiatan positif bagi masyarakat.
“Situ Cipondoh jangan hanya sebagai penampung air, tapi juga harus dimanfaatkan untuk ekonomi dan berbagai hal positif bagi masyarakat,” katanya.
Andra juga mengungkapkan rencana bersama Wali Kota Tangerang dan Ketua DPRD untuk meninjau langsung sejumlah situ di wilayah tersebut. Peninjauan itu bertujuan melihat potensi yang dapat dikembangkan sehingga memberi nilai tambah bagi daerah dan masyarakat.
“Kami berencana keliling ke danau atau situ itu, melihat potensi apa yang bisa dimanfaatkan,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemerintah daerah saat ini tengah mencari solusi bersama untuk penanganan banjir. Salah satu langkah yang menjadi fokus adalah normalisasi serta penanganan saluran air besar di wilayah Banten, seperti Situ Cipondoh, aliran Sungai Cirarab, Sungai Angke, serta sejumlah sungai dan situ lainnya.
“Kami tengah mencari solusi bersama. Saya dengan Pak Wali fokus pada upaya normalisasi dan penanganan saluran air besar di Provinsi Banten,” pungkasnya. (*)











