SERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang memastikan program Serang Mengaji selama bulan suci Ramadan berjalan dengan prinsip inklusif dan mengakomodasi seluruh peserta didik tanpa membedakan latar belakang agama.
Kepala Dindikbud Kota Serang, Ahmad Nuri, menegaskan bahwa kegiatan tadarus Al-Qur’an yang menjadi bagian dari program tersebut dilaksanakan di seluruh jenjang SD dan SMP. Namun, siswa non-Muslim tetap difasilitasi untuk mengikuti pembelajaran agama sesuai keyakinannya masing-masing.
“Program ini bukan hanya tentang tadarus Al-Qur’an, tetapi bagaimana sekolah memberikan ruang pembinaan karakter bagi semua siswa. Tidak ada diskriminasi, semua difasilitasi sesuai agamanya,” ujar Nuri saat meninjau pelaksanaan kegiatan di SMP Negeri 2 Kota Serang.
Di sekolah tersebut, siswa Muslim melaksanakan tadarus selama Ramadan, sementara siswa beragama Kristen dan Katolik dibimbing guru agama untuk mempelajari Alkitab di ruang yang telah disediakan. Sekolah juga memastikan ketersediaan tenaga pendidik dan sarana pendukung agar seluruh kegiatan berjalan serentak dan tertib.
Program Serang Mengaji merupakan salah satu prioritas Wali Kota dan Wakil Wali Kota Serang, Budi Rustandi dan Agis Aulia. Program ini bertujuan mengentaskan buta aksara Al-Qur’an di kalangan pelajar, sekaligus memperkuat pendidikan karakter.
“Kami ingin memastikan pendidikan di Kota Serang menjadi ruang yang adil dan nyaman bagi semua. Siswa Muslim menjalankan tadarus, sementara siswa non-Muslim tetap mendapatkan hak belajar agamanya. Itulah makna inklusivitas yang kami dorong,” katanya.
Nuri menambahkan, konsep tersebut menjadi bagian dari upaya membangun moderasi beragama sejak dini. Menurutnya, sekolah tidak hanya berfungsi sebagai tempat transfer ilmu, tetapi juga ruang pembentukan sikap saling menghormati di tengah keberagaman.
Dengan pendekatan itu, Serang Mengaji tidak sekadar menjadi program Ramadan, tetapi juga wujud komitmen Pemkot Serang dalam menghadirkan pendidikan yang toleran, inklusif, dan berkeadilan bagi seluruh peserta didik. (*)
Reporter: Aldi Alpian Indra











