Gubernur Banten Andra Soni Pantau Perbaikan Bendungan Sarakan dan Jalan Rusak, Stop Truk Besar Sementara

Gubernur Banten Andra Soni meninjau perbaikan pintu Bendung Sarakan dan instruksikan penghentian sementara truk besar guna perbaikan jalan retak demi keselamatan warga. Foto: Zakky Adnan/bantenekspres.co.id

SEPATAN,BANTENEKSPRES.CO.ID – Gubernur Banten Andra Soni melakukan peninjauan langsung terhadap sejumlah infrastruktur vital di wilayah Tangerang, mulai dari normalisasi sungai hingga perbaikan jalan yang mengalami kerusakan parah.

Dalam kunjungannya, ia memastikan bahwa koordinasi antar pemerintah daerah berjalan efektif demi keselamatan masyarakat.

Bacaan Lainnya

Salah satu poin utama dalam pantauan tersebut adalah Bendung Sarakan.

Andra Soni mengungkapkan rasa syukurnya atas selesainya perbaikan yang dilakukan oleh Kementerian PUPR.

Kini, bendungan tersebut telah dilengkapi sistem otomatis yang memudahkan operasional.

“Alhamdulillah, tujuh pintu Bendung Sarakan sekarang sudah di-rolling. Jadi petugas tidak perlu repot lagi, sekali pencet (pintu) langsung naik,” ujar Andra Soni di hadapan tokoh masyarakat dan warga di Masjid Jami Awwabin dekat kantor kecamatan setempat, kemarin sore.

Ia menegaskan, penanganan masalah air dan sungai di Banten merupakan hasil kolaborasi solid antara Pemerintah Provinsi, Bupati, Walikota, hingga Balai Besar Wilayah Sungai.

Terkait infrastruktur darat, Gubernur menyoroti kondisi jalan yang retak-retak akibat beban kendaraan yang melebihi kapasitas. Menanggapi hal ini, Andra Soni mendukung langkah tegas Bupati Tangerang dan Kapolres untuk menghentikan sementara aktivitas truk besar.

“Saat ini Pak Bupati rapat penting dengan Pak Kapolres untuk menghentikan sementara operasional kendaraan besar sambil jalannya diperbaiki. Kalau sudah bagus, baru boleh jalan lagi. Ini demi keselamatan masyarakat,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang bertepatan dengan momen silaturahmi Ramadan tersebut, Andra Soni memohon doa restu kepada para ulama dan tokoh masyarakat. Ia mengakui tantangan membangun Banten sangat besar, namun ia berkomitmen pada visi pembangunan yang merata.

“Niat kita bekerja adalah ingin membuat Banten maju, adil, merata, dan yang terpenting tidak korupsi,” tambahnya.

Mengakhiri sambutannya, ia menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan atau keterlambatan pemerintah dalam merespons aspirasi warga selama ini, sembari berjanji untuk terus meningkatkan peran fungsi pelayanan publik. (*)

Pos terkait