MEKAR BARU, BANTENEKSPRES.CO.ID – Luapan anak Sungai Cidurian dan Kali Cijenggot memicu banjir di sejumlah wilayah di Kecamatan Mekar Baru, Kabupaten Tangerang pertengahan Januari 2026 lalu.
Berdasarkan data asesmen tercatat sebanyak 576 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 1.455 jiwa terdampak oleh luapan air.
Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Mekar Baru Nurhadi yang mewakili Camat Mekar Baru Iman Bahlawi mengungkapkan, kondisi ini memerlukan penanganan serius dari pihak berwenang, terutama terkait infrastruktur aliran sungai.
Data menunjukkan banjir melanda dua desa, yakni Desa Jenggot dan Desa Kedaung. Beberapa titik di Kampung Pondok Etan dan Kampung Jenggati mengalami dampak cukup parah dengan ketinggian air bervariasi antara 20 cm hingga mencapai puncaknya di 95 centimeter.
“Kala itu, fokus utama kami adalah memastikan keselamatan warga yang terdampak, terutama kelompok rentan,” ujar Nurhadi dikutip Kamis, 19 Februari 2026.
Nurhadi menyampaikan harapan besar agar pihak berwenang segera melakukan langkah teknis untuk mencegah banjir berulang di masa depan.
Ada dua poin utama yang menjadi tuntutan warga yaitu, pengerukan sedimen di anak sungai Cidurian dan Kali Cijenggot yang saat ini mengalami pendangkalan.
Kemudian, pembangunan dinding penahan tanah (turap) di sepanjang bantaran sungai untuk mencegah air meluap ke pemukiman warga.
“Harapan kami, banjir di wilayah ini bisa segera tertangani secara permanen. Kuncinya adalah penurapan bantaran kali dan normalisasi anak sungai Cidurian dan Kali Cijenggot oleh instansi terkait,” tegas Nurhadi. (*)
Reporter: Zakky Adnan











