Akademisi Nilai Tuduhan Penistaan Agama terhadap Jusuf Kalla Tidak Berdasar

Akademisi Universitas Muhammadiyah Tangerang Memed Chumaidi menilai tuduhan penistaan agama terhadap Jusuf Kalla tidak berdasar dan perlu dilihat dalam konteks utuh ceramahnya.

TIGARAKSA,BANTENEKSPRES.CO.ID – Tuduhan penistaan agama yang dialamatkan kepada mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, menuai tanggapan dari kalangan akademisi. Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Tangerang, Memed Chumaidi, menilai tuduhan tersebut tidak memiliki dasar yang kuat.

Menurut Memed, pernyataan Jusuf Kalla dalam ceramah di Masjid Kampus Universitas Gadjah Mada beberapa waktu lalu perlu dipahami secara utuh, terutama dalam konteks pembahasan konflik dan upaya perdamaian.

Bacaan Lainnya

“Pernyataan itu disampaikan dalam konteks menjelaskan betapa kompleksnya mendamaikan kelompok yang berkonflik, terlebih jika membawa isu agama. Tuduhan penistaan agama sangat tidak mendasar,” katanya, Rabu 15 April 2026.

Ia menilai, sebagai tokoh nasional yang memiliki rekam jejak panjang dalam penyelesaian konflik, Jusuf Kalla justru menunjukkan komitmen terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan persatuan bangsa.

Memed menyinggung sejumlah peristiwa konflik di Indonesia, seperti di Poso dan Aceh, yang menurutnya berhasil diredam melalui pendekatan dialog dan diplomasi, termasuk peran yang pernah dijalankan Jusuf Kalla.

“Fakta sejarah menunjukkan konflik yang melibatkan sentimen keagamaan memang kompleks. Namun beliau mampu berperan dalam proses perdamaian dengan pendekatan yang bijak,” katanya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak terburu-buru menyimpulkan suatu pernyataan tanpa memahami konteks secara menyeluruh. Menurutnya, penting untuk tetap menjunjung asas praduga tak bersalah serta mengedepankan sikap saling menghormati.

“Jangan sampai persoalan ini berkembang menjadi isu yang memecah belah kerukunan. Justru harus menjadi momentum untuk memperkuat dialog dan persaudaraan,” ujarnya.

Sebelumnya, pernyataan Jusuf Kalla dalam ceramah bertajuk strategi diplomasi Indonesia di Masjid Kampus UGM Yogyakarta menuai polemik dan berujung laporan ke Polda Metro Jaya oleh sejumlah organisasi masyarakat.
Meski demikian, sejumlah pihak meminta agar polemik tersebut disikapi secara bijak dengan mengedepankan klarifikasi dan proses yang objektif.(*)

Reporter: Asep Sunaryo

Pos terkait