SUKADIRI,BANTENEKSPRES.CO.ID — SMPN 1 Sukadiri, Kecamatan Sukadiri, Kabupaten Tangerang, menerima edukasi kesehatan dari Puskesmas Sukadiri terkait pentingnya pemenuhan gizi yang baik bagi tubuh. Kegiatan ini diikuti antusias oleh para siswa dan guru sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran hidup sehat di lingkungan sekolah.
Dalam kegiatan tersebut, petugas kesehatan dari Puskesmas Sukadiri memberikan materi tentang jenis-jenis makanan yang baik untuk kesehatan dan gizi, mulai dari pentingnya konsumsi sayur dan buah, sumber protein, hingga pembatasan makanan tinggi gula, garam, dan lemak. Edukasi ini diharapkan dapat membekali siswa agar lebih cermat memilih asupan makanan sehari-hari.
Kepala SMPN 1 Sukadiri Rizki Amelia menyampaikan, bahwa kegiatan edukasi gizi sangat penting bagi peserta didik, terutama di usia remaja yang sedang mengalami masa pertumbuhan.
“Edukasi gizi ini menjadi bekal yang sangat berharga bagi anak-anak kami. Dengan pemahaman yang baik tentang makanan bergizi, siswa diharapkan mampu menjaga kesehatannya dan menunjang proses belajar di sekolah,” ujarnya kepada Bantenekspres.co.id, Jumat 30 Januari 2026.
Menurutnya, sekolah terus berupaya menghadirkan program-program yang mendukung kesehatan siswa secara menyeluruh. Karena sekolah bukan hanya tempat memberikan pendidikan kepada siswa tetapi juga membantu siswa untuk bisa mendapat gizi dan kesehatan yang layak.
“Kami menyambut baik kolaborasi dengan Puskesmas Sukadiri. Kegiatan ini sejalan dengan komitmen sekolah untuk membentuk siswa yang sehat, cerdas, dan berkarakter,” tambahnya.
Rizki menjelaskan, tidak hanya menerima materi di dalam kelas, para siswa juga diajak mengikuti senam sehat bersama di halaman sekolah. Kegiatan fisik ini bertujuan untuk menanamkan kebiasaan berolahraga secara rutin sebagai bagian dari pola hidup sehat.
“para siswa juga diberikan tablet tambah darah sebagai upaya pencegahan anemia, khususnya bagi remaja. Pemberian tablet tambah darah ini disertai penjelasan tentang manfaatnya bagi kesehatan tubuh dan pentingnya dikonsumsi sesuai anjuran,” ungkapnya.
Rizki menegaskan, bahwa kegiatan ini diharapkan memberikan dampak positif jangka panjang. Ia juga berharap kerja sama antara sekolah dan puskesmas dapat terus berlanjut.
“Kami berharap setelah kegiatan ini, siswa tidak hanya memahami teori tentang gizi, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah maupun di rumah. Ke depan, kami ingin kegiatan edukasi kesehatan seperti ini dapat dilakukan secara rutin agar kesadaran siswa terhadap pentingnya gizi dan kesehatan terus meningkat,” tutupnya. (*)
Reporter: Randy Yastiawan











