DPC PDI Perjuangan Kabupaten Serang Targetkan Delapan Kursi Di Pileg 2029, Perkuat Kader Mulai Akar Rumput

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Serang Madsuri saat ditemui wartawan beberapa hari lalu. Foto : Agunggumelar/Bantenekspres.co.id

SERANG,BANTENEKSPRES.CO.ID – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Serang menargetkan, perolehan delapan kursi pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2029 mendatang.

Untuk itu, mulai sekarang DPC Perjuangan Kabupaten Serang telah melakukan penjaringan para calon Ketua PAC di semua Daerah Pemilihan (Dapil), yang bertujuan menjaring kader dari akar rumput.

Bacaan Lainnya

Target tersebut, dinilai realistis seiring dengan penguatan konsolidasi partai dan pembinaan kader, yang dilakukan secara berjenjang hingga ke tingkat akar rumput.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Serang Madsuri mengatakan, pihaknya telah melakukan pemetaan politik untuk menghadapi Pemilu 2029 mendatang, yang merupakan bagian dari strategi jangka panjang partai dalam memperbesar basis dukungan masyarakat.

Hasilnya, pada Pileg 2029 mendatang ditargetkan dapat meraih delapan kursi naik tiga kursi dari sebelumnya hanya lima kursi yang didapatnya.

Menurutnya, hasil evaluasi Pemilu sebelumnya menjadi pijakan penting untuk menyusun langkah yang lebih terukur dan efektif ke depan.

“DPD menargetkan untuk tujuh kursi, tapi saya sebagai ketua DPC menargetkan delapan kursi, saat ini kita dapat lima kursi berarti nanti naik tiga kursi. Waktu 2019 lalu kita dapat empat kursi, dengan total suara 57 ribu, di 2024 naik jadi lima kursi dengan total suara 78 ribu, maka di 2029 pun harus lebih meningkat,” katanya, Selasa 27 Januari 2026.

Madsuri mengatakan, pihaknya masih menunggu kaitan dengan politik nasional mengenai kapan pelaksanaan Pemilu nya, apakah dilaksanakan di 2029 atau 2031 tunggu keputusan MK karena sifatnya mengikat dan final.

“Mau dilaksanakan 2029 kita siap, mau 2031 pun ya lebih siap lagi yang artinya lebih matang lagi dalam pemetaannya,” ujarnya.

Dikatakan Madsuri, strategi yang akan dilakukan masih sama yaitu turun langsung ke masyarakat dengan kerja-kerja nyata, tidak ada kepentingan individu perorangan.

Sehingga, pihaknya mulai menjaring kader-kader melalui PAC supaya bisa berkomunikasi kepada masyarakat, dengan menjual kerja-kerja partai yang tentunya kader harus aktif, hadir dan bekerja di tengah masyarakat.

Tidak hanya itu, kader juga diminta untuk peka terhadap persoalan rakyat, serta mampu menawarkan solusi nyata melalui kerja-kerja kerakyatan.

“Kader-kader tentunya harus solid, meskipun masih banyak kekurangan karena namanya juga di politik, ketika ada ketua PAC mungkin ada saudara yang nyalon akhirnya dia tidak mendukung kita. Secara otomatis ada sanksi yang disampaikan, jangan ada dua kaki, saya tidak mau jika ada ketua PAC mendukung saudaranya nyalon namun tidak mendukung pada perjuangan,” ucapnya. (*)

Reporter : Agung Gumelar

Pos terkait