Dewan Kunjungi PT Kawasan Industri Modern Cikande, Minta Bangun IPAL Terpadu

Komisi IV DPRD Kabupaten Serang melakukan Kunker ke PT. Kawasan Industri Modern Cikande, Kecamatan Cikande, Rabu 14 Januari 2026. Foto : DPRDKabupatenSerang/BantenEkspres.co.id

SERANG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Komisi IV DPRD Kabupaten Serang melakukan, Kunjungan Kerja (Kunker) ke PT. Kawasan Industri Modern Cikande, Kecamatan Cikande, Rabu 14 Januari 2026.

Dalam kunjungan tersebut, dewan meminta pihak pengelola agar segera membangun Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) terpadu, guna mencegah pencemaran lingkungan perusahaan di kawasan industri modern Cikande.

Bacaan Lainnya

Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Serang Azwar Anas mengatakan, kunjungan ini dilakukan sebagai bentuk pengawasan terhadap aktivitas industri, yang dinilai berpotensi menimbulkan dampak lingkungan khususnya pencemaran air.

Sehingga, pihak pengelola kawasan industri harus membangun IPAL terpadu karena sangat penting, agar seluruh limbah cair dari perusahaan-perusahaan yang beroperasi di kawasan tersebut, dapat dikelola dengan baik dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Kita datang kesana untuk mempertanyakan, apakah PT. Kawasan Industri Modern Cikande ini selaku pengelola perusahaan, mempunyai IPAL terpadu ternyata mereka belum punya padahal telah berdiri hampir 17 tahun lebih. Kita tanya kenapa, kalau tidak ada IPAL nantinya berdampak luas terhadap lingkungan di Kabupaten Serang khususnya Serang Timur,” katanya kepada wartawan saat diwawancarai di ruang kerjanya.

Anas mengatakan, pihaknya sudah meminta pihak pengelola untuk berkomitmen terkait kapan IPAL terpadu akan dibangunnya, mereka menyebutkan bahwa Oktober 2026 akan mulai membangunnya.

Namun, pihaknya menekankan supaya dipercepat dan kalau bisa pembangunan IPAL dilakukan pada April ini, supaya tidak ada lagi permasalahan ke masyarakat terkait limbah industri.

“Kami minta kalau bisa secepatnya dibangun April ini, jangan nunggu Oktober kelamaan, kasian masyarakat sekitar khawatir terpapar oleh limbah cair industri ini,” ujarnya.

Anas mengaku, tidak mengetahui selama ini perusahaan di kawasan industri modern Cikande membuang limbah cairnya kemana, karena dari pengakuan pengelola pun jawabannya terkesan mengeles atau menutupinya.

“Kita tidak tahu nih, pabrik-pabrik ini buang limbahnya ke mana, sementara IPAL terpadunya juga tidak ada, mereka jawabannya kaya ngeles gitu,” ucapnya.

Kata Anas, IPAL terpadu ini untuk menampung limbah cair semua perusahaan di wilayah industri modern Cikande, supaya tidak terpencar-pencar pembuangannya.

“Disana itu kan pembuangan limbah cairnya tidak terpusat, makanya kita mendorong IPAL terpadu harus dibangun, supaya semua perusahaan nanti membuang limbahnya di sini,” tuturnya.

Menurut pengakuan pihak pengelola, kata Anas, IPAL terpadu akan dibangun di luas tanah satu hektare, dan dipasangkan alat khusus supaya limbah cair perusahaan biar jernih atau bersih untuk selanjutnya didaur ulang kembali.

“Kalau misalkan limbahnya sudah penuh, nanti ada alat penyaringnya supaya tidak berbahaya ini limbahnua, didaur ulang menjadi produk yang dia siapkan,” ujarnya. (*)

Reporter : Agung Gumelar

Pos terkait