Tebing Kali di Mutiara Puri Harmoni Longsor, Kades Rajeg Sampaikan Perbaikan Dimulai Besok

Kades Rajeg Yanto Firmanto sampaikan perbaikan tebing kali yang longsor di Mutiara Puri Harmoni dimulai Kamis setelah meninjau lokasi tersebut, Rabu, 14 Januari 2026. Foto: Pemerintah Desa Rajeg for bantenekspres.co.id

RAJEG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Kepala Desa Rajeg Yanto Firmanto, meninjau langsung lokasi tebing kali yang longsor di Perumahan Mutiara Puri Harmoni, Desa Rajeg, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, Rabu, 14 Januari 2026.

Longsoran tersebut dilaporkan mengancam keselamatan warga di Blok P4 dan R.

Bacaan Lainnya

​Dalam tinjauan lapangan tersebut, Yanto membenarkan kondisi tanah yang cukup mengkhawatirkan. Sebuah lubang menganga dengan kedalaman mencapai 2 meter telah terbentuk tepat di bibir tebing, hanya berjarak beberapa langkah dari pintu rumah warga.

​Menanggapi kondisi darurat tersebut, Yanto menyampaikan kabar baik bagi para penghuni perumahan. Berdasarkan koordinasi dengan pihak pengembang (developer), proses perbaikan abrasi akan segera dilakukan.

​”Insya Allah, besok Kamis pekerjaan sudah akan dimulai. Berdasarkan keterangan pihak developer, pengerjaan sempat terkendala sejak awal tahun karena kesulitan mencari tenaga tukang,” ujar Yanto Firmanto, kepada wartawan.

​Langkah cepat Kades Rajeg ini menjadi angin segar bagi warga yang selama ini merasa cemas akan potensi longsor susulan, terutama di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.

​Koordinator Forum Warga Mutiara Puri Harmoni (FW-MPH) Indra Mutaqin memberikan apresiasi tinggi atas respons cepat pemerintah desa. Ia menilai Kades Rajeg sangat peka terhadap aspirasi dan keselamatan warga.

“Kami sangat mengapresiasi Pak Kades yang sigap meninjau lokasi. Harapan kami, Pak Kades Yanto Firmanto dan Pak RW Iwan Setiawan terus menjadi jembatan komunikasi yang efektif antara warga dan pihak developer,” ungkap Indra.

Sebelumnya diberitakan, Bagi Mizdar Zizmi (41), suara rintik hujan bukan lagi simfoni penenang malam. Sebaliknya, setiap tetes air yang jatuh dari langit Kabupaten Tangerang adalah alarm bahaya yang memaksanya untuk tetap terjaga saat dunia terlelap.

Di Blok P4 Nomor 28, RT 02 RW 10, Perumahan Mutiara Puri Harmoni, Desa Rajeg, hidup Mizdar dan keluarganya kini dipertaruhkan di tepi sungai yang kian menganga.

​Sudah setengah tahun berlalu sejak tanah di samping rumahnya mulai gugur ke dasar sungai. Kini, sebuah lubang menganga dengan kedalaman mencapai 2 meter telah tercipta, hanya berjarak beberapa langkah dari pintu rumahnya.

​Penyebabnya klasik namun mematikan, debit air sungai yang meluap setiap kali hujan deras mengguyur Kecamatan Rajeg. Arus air yang liar terus menggerus tanah, menciptakan ancaman nyata yang kian mendekat ke permukiman.

​”Khawatirnya tiba-tiba longsor dan mengancam keselamatan nyawa anak istri saya,” ungkap ayah dari enam anak ini dengan nada getir, Selasa, 13 Januari 2026.

​Ironisnya, lokasi yang kini menjadi sumber ketakutan itu dulunya adalah alasan utama Mizdar memilih hunian di bawah naungan Vista Land Group. Saat akad beli diteken, ia dijanjikan bahwa lahan di depan rumahnya akan menjadi jalan utama penyeberangan sungai yang strategis.

​Namun, alih-alih menjadi akses jalan yang kokoh, lahan tersebut justru berubah menjadi jurang yang mengancam. Laporan demi laporan telah dilayangkan kepada pihak pengembang selama enam bulan terakhir, namun hingga kini, belum ada satu pun alat berat atau tindakan perbaikan yang terlihat di lokasi.

​Mizdar kini hanya bisa berharap pada dua pihak, nurani pengembang dan ketegasan pemerintah Kabupaten Tangerang. Ia tidak menuntut kemewahan, ia hanya menuntut rasa aman yang seharusnya menjadi hak dasar setiap pemilik rumah.

Selama perbaikan belum dilakukan, setiap kali mendung menggantung di langit Rajeg, Mizdar akan kembali bersiaga. Menjaga istri dan keenam buah hatinya agar tidak ikut terperosok bersama tanah yang terus terkikis waktu. (*)

Reporter: Zakky Adnan

Pos terkait