Sulap Lahan Sampah, KWT Selaras Farm Pasar Kemis Panen Melon Premium

Kisah inspiratif KWT Selaras Farm di Kelurahan Kuta Bumi, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, yang berhasil mengubah lahan bekas pembuangan sampah menjadi kebun melon produktif berdaya jual tinggi. Foto: Kecamatan Pasar Kemis for bantenekspres.co.id


PASARKEMIS,BANTENEKSPRES.CO.ID – Aroma manis buah melon yang matang langsung menyergap siapa saja yang melangkahkan kaki ke area RW 14 Taman Buah, Kelurahan Kuta Bumi, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang.

Di balik rimbunnya dedaunan hijau yang merambat rapi, tampak bergelantungan buah-buah melon berbentuk bulat sempurna dengan pola guratan kulit (net) yang tebal dan jelas.

Bacaan Lainnya

​Siapa yang menyangka, area hijau nan asri yang kini menjadi primadona tersebut dulunya merupakan lahan telantar berselimut tumpukan sampah yang mengeluarkan bau tidak sedap.

Transformasi luar biasa ini merupakan buah kerja keras dari Kelompok Wanita Tani (KWT) Selaras Farm.

Kelompok yang digerakkan oleh ibu-ibu dan pengurus lingkungan setempat ini berhasil membuktikan keterbatasan lahan urban bukanlah penghalang untuk menciptakan ketahanan pangan secara mandiri, sekaligus mendatangkan pundi-pundi rupiah bagi kas warga.

​Keberhasilan panen melon Pasar Kemis ini menarik perhatian langsung dari Camat Pasar Kemis, H. Nurhanudin.

Didampingi oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Pasar Kemis beserta Lurah Kuta Bumi, ia menyempatkan diri hadir langsung ke lokasi untuk memetik langsung hasil bumi premium tersebut.

Senyum bangga tampak jelas terpancar dari wajahnya saat memegang melon kuning hasil panen seberat hampir tiga kilogram.

​”Saya cukup apresiasi kepada masyarakat, terutama pengurus lingkungan dan juga pengurus KWT Selaras Farm yang berupaya menggunakan atau memanfaatkan lahan yang tadinya tidak produktif, malah sebagai tempat pembuangan sampah, menjadi hasil pertanian yang berkualitas,” ujar H. Nurhanudin dengan penuh bangga, Kamis sore, 28 Mei 2026.

​Menurutnya, inisiatif mandiri seperti ini harus menjadi percontohan (role model) bagi lingkungan RW lain di seluruh wilayah Kecamatan Pasar Kemis.

Melalui penataan kawasan dan sentuhan kreativitas, lahan ‘mati’ terbukti mampu disulap menjadi lahan produktif yang secara nyata menyokong program ketahanan pangan Kabupaten Tangerang hingga tingkat nasional.

​Pada panen tahap ini, tercatat sekitar 40 buah melon berhasil dipetik langsung dari tangkainya.

Bobot melon yang dihasilkan tergolong luar biasa untuk skala pertanian urban (urban farming), yakni berkisar antara 2 hingga 3 kilogram per butirnya.

Kualitasnya pun tidak main-main, memiliki tekstur daging buah yang padat dengan tingkat kemanisan yang merata.

Dengan banderol harga Rp35.000 per kilogram, melon hasil budidaya KWT Selaras Farm ini langsung ludes diserbu oleh pengunjung dan warga sekitar.

​Mengingat proses pematangan buah melon pada tanaman terjadi secara bertahap dan tidak serentak dalam satu waktu, KWT Selaras Farm telah menjadwalkan agenda panen lanjutan.

Hal ini menjamin keberlanjutan pasokan buah segar untuk memenuhi permintaan yang masih sangat tinggi.

​Keberhasilan KWT Selaras Farm bukan sekadar tentang perayaan panen raya melon bernilai ekonomis tinggi.

Lebih luas dari itu, gerakan ini membawa pesan edukatif yang mendalam bagi masyarakat perkotaan mengenai pentingnya manajemen pekarangan dan kebersihan lingkungan.

Lingkungan yang bersih akan melahirkan ekosistem yang sehat, dan ekosistem yang sehat mampu menopang kebutuhan pangan masyarakat di sekitarnya. (*)

 

Pos terkait