CURUG,BANTENEKSPRES.CO.ID — SMPN 4 Curug terus berkomitmen menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini kepada para siswa. Salah satu upaya nyata yang dilakukan yakni melalui kegiatan penanaman tanaman yang melibatkan siswa secara langsung di lingkungan sekolah. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program sekolah sekaligus mendukung program penghijauan lingkungan sekolah agar tercipta suasana belajar yang hijau, asri, dan nyaman.
Para siswa tampak antusias mengikuti kegiatan menanam berbagai jenis tanaman, mulai dari tanaman hias hingga tanaman peneduh. Dengan bimbingan para guru, siswa diajarkan cara menyiapkan media tanam, menanam bibit dengan benar, hingga merawat tanaman agar dapat tumbuh dengan baik. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana pembelajaran di luar kelas, tetapi juga menjadi pengalaman berharga bagi siswa dalam memahami pentingnya menjaga lingkungan.
Kepala SMPN 4 Curug Nining Sulistianingsih mengatakan, bahwa kegiatan penanaman tanaman merupakan bagian dari program pembentukan karakter siswa. Menurutnya, kepedulian terhadap lingkungan harus ditanamkan sejak dini agar menjadi kebiasaan positif hingga dewasa.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajarkan kepada siswa bahwa menjaga lingkungan itu dimulai dari hal-hal sederhana, salah satunya dengan menanam dan merawat tanaman di sekolah,” ujarnya kepada Bantenekspres.co.id, Senin 12 Januari 2026.
Ia menjelaskan, program menanam tanaman tidak hanya bertujuan memperindah lingkungan sekolah, tetapi juga sebagai media pembelajaran kontekstual bagi siswa. Dengan terlibat langsung, siswa diharapkan dapat memahami proses tumbuh kembang tanaman serta menumbuhkan rasa tanggung jawab.
“Kami ingin siswa tidak hanya tahu secara teori, tetapi juga praktik. Mereka menanam sendiri, merawat sendiri, dan melihat sendiri hasilnya. Dari situ akan tumbuh rasa memiliki dan tanggung jawab terhadap lingkungan sekolah,” jelasnya.
Lebih lanjut, Nining menuturkan, bahwa kegiatan penghijauan ini juga sejalan dengan upaya sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang sehat. Keberadaan tanaman di lingkungan sekolah dinilai dapat memberikan dampak positif bagi kenyamanan dan kesehatan warga sekolah.
“Lingkungan yang hijau dan bersih tentu akan membuat siswa lebih nyaman dalam belajar. Udara menjadi lebih segar, suasana sekolah lebih asri, dan ini sangat mendukung proses pembelajaran,” paparnya.
Ia juga berharap, kebiasaan menanam dan merawat tanaman yang diajarkan di sekolah dapat diterapkan oleh siswa di lingkungan rumah masing-masing. Dengan demikian, manfaatnya tidak hanya dirasakan di sekolah, tetapi juga meluas ke masyarakat sekitar.
“Kami berharap apa yang dipelajari siswa di sekolah ini bisa mereka praktikkan di rumah. Jika setiap siswa menanam dan merawat tanaman di lingkungannya masing-masing, tentu dampaknya akan sangat besar bagi kelestarian lingkungan,” tutupnya. (*)











