SOLEAR,BANTENEKSPRES.CO.ID – SDN Solear I, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang, terus berkomitmen menanamkan kesadaran hidup sehat kepada peserta didik sejak usia dini. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menggelar kegiatan sosialisasi dokter cilik yang diikuti oleh para siswa di lingkungan sekolah, belum lama ini.
Kegiatan sosialisasi dokter cilik tersebut bertujuan untuk memberikan pemahaman dasar kepada siswa mengenai pentingnya menjaga kesehatan diri, kebersihan lingkungan, serta peran siswa sebagai pelopor hidup sehat di sekolah maupun di rumah. Para siswa tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan yang disampaikan dengan metode edukatif dan interaktif.
Kepala SDN Solear I Namiroh mengatakan, bahwa program dokter cilik merupakan bagian penting dari pendidikan karakter dan kesehatan di sekolah. Menurutnya, sekolah tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pada pembentukan kebiasaan hidup sehat bagi peserta didik.
“Melalui sosialisasi dokter cilik ini, kami ingin menanamkan pemahaman kepada anak-anak bahwa menjaga kesehatan itu adalah tanggung jawab bersama, dimulai dari diri sendiri. Anak-anak perlu dibiasakan sejak dini untuk hidup bersih dan sehat,” ujarnya kepada Bantenekspres.co.id, Senin 5 Januari 2026.
Namiroh menjelaskan, dokter cilik di sekolah memiliki peran strategis sebagai contoh bagi teman-temannya dalam menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Mulai dari kebiasaan mencuci tangan, menjaga kebersihan kelas, hingga mengenali tanda-tanda sederhana gangguan kesehatan.
“Dokter cilik ini nantinya diharapkan mampu menjadi perpanjangan tangan guru dalam mengingatkan teman-temannya tentang pentingnya kebersihan dan kesehatan. Misalnya, mengingatkan untuk mencuci tangan sebelum makan, menjaga kebersihan kuku, dan tidak jajan sembarangan,” jelasnya.
Namiroh menambahkan, kegiatan sosialisasi ini juga bertujuan untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab, kepedulian, dan keberanian pada diri siswa. Menurutnya, karakter tersebut sangat penting sebagai bekal siswa dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami ingin anak-anak memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan sesama. Dengan menjadi dokter cilik, mereka dilatih untuk peka, peduli, dan berani mengingatkan dalam hal-hal yang baik, khususnya terkait kesehatan,” katanya.
Ia berharap, program dokter cilik dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan dampak positif bagi budaya sehat di sekolah. Ia juga berharap dukungan dari seluruh warga sekolah, termasuk guru dan orang tua siswa.
“Program ini tidak akan berhasil tanpa dukungan semua pihak. Kami berharap guru-guru terus membimbing, dan orang tua di rumah juga ikut mendukung dengan membiasakan pola hidup sehat kepada anak-anak,” tutupnya. (*)
Reporter : Randy Yastiawan










