Warga Mutiara Puri Harmoni Rajeg Keluhkan Banjir, Developer Dinilai Lambat Bertindak

Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Tangerang merendam permukiman warga di Perumahan Mutiara Puri Harmoni, Blok JA, RT 17 RW 14, Desa Sukamanah, Kecamatan Rajeg, Jumat, 2 Januari 2026. Foto: Tangkapan layar video kiriman warga

RAJEG,BANTENEKSRES.CO.ID – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Tangerang pada Jumat malam, 2 Januari 2026 lalu, kembali merendam permukiman warga.

Di Perumahan Mutiara Puri Harmoni, Blok JA, RT 17 RW 14, Desa Sukamanah, Kecamatan Rajeg, air mulai masuk ke dalam rumah warga sekitar pukul 19.00 WIB.

Bacaan Lainnya

​Buntut kondisi ini, memicu keluhan warga terhadap pihak pengembang, Vista Land Group, yang dinilai lambat dalam menangani infrastruktur pencegah banjir di wilayah tersebut.

​Menurut keterangan Ketua RT setempat Devri Aprizal, air mulai menggenang hanya dalam waktu 30 menit setelah hujan deras turun. Semakin tinggi intensitas hujan, semakin besar pula luapan air yang merendam kawasan tersebut.

​”Ketinggian air di jalan bisa mencapai setinggi lutut orang dewasa, sementara di dalam rumah warga sudah setinggi mata kaki,” ujar Devri saat memberikan keterangan, Senin, 5 Januari 2026.

​Banjir di Blok JA disinyalir terjadi akibat kombinasi beberapa faktor yakni, drainase tersumbat akibat penumpukan lumpur yang masif di aliran got menghambat laju air.

Lalu, kontur jalan rendah akibat posisi coran jalan di RT 17 lebih rendah dibandingkan blok lain di wilayah hilir. Lalu, adanya aliran air kiriman dari wilayah hulu Blok J, RT 010 dan RT 013 yang bermuara di wilayah tersebut.

“Kemudian, terdapat dinding aliran got di wilayah RT 17 yang roboh dan hingga kini belum diperbaiki pengembang,” ungkapnya.

Ia mengaku telah mengajukan permohonan pembuatan sodetan (saluran pembuangan tambahan) sejak banjir Januari tahun lalu. Namun, hingga awal tahun 2026 ini, pihak developer Vista Land Group belum merealisasikan pembangunan tersebut.

“Bisa dikatakan, developer lambat menangani banjir di RT 17. Pengajuan perbaikan got yang roboh pun sampai sekarang belum dikerjakan,” tambah Devri.

​Berdasarkan pendataan terkini, sedikitnya 11 rumah di Blok JA terdampak banjir hingga air masuk ke area dalam rumah Fakhrudin (JA3/40), Iskandar (JA3/29), Sugeng (JA3/28), Alam (JA3/31), Heru (JA3/37), Fatoni (JA2/25), Iqbal (JA3/33), Ardani (JA3/26), Aris (JA1/41), Depri (JA2/35), dan Agus Akbar (JA2/36).

​Meski sering dilakukan, warga kembali merencanakan aksi gotong-royong pembersihan mandiri. Namun, warga menegaskan solusi permanen yang dibutuhkan adalah sedot lumpur (normalisasi drainase), peninggian level jalan, serta pembuatan sodetan oleh pihak pengembang agar musibah ini tidak terus berulang setiap tahun. (*)

Reporter: Zakky Adnan

Pos terkait