Tipping Fee Sampah Ke Pemkot Serang Habiskan Rp20 Miliar Belum Termasuk Dana Kerohanian

Sekda Kabupaten Serang Zaldi Dhuhana saat diwawancarai wartawan di ruang kerjanya, Senin 5 Januari 2026. Foto : Agunggumelar/Bantenekspres.co.id

SERANG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang menghabiskan, Rp20 miliar dalam satu tahun untuk membayar tipping fee sampah, kepada Pemkot Serang yang dibuang ke TPSA Cilowong Kota Serang.

Anggaran tersebut, belum termasuk dana kerohanian yang harus disediakan Pemkab Serang, atas permintaan masyarakat sekitar TPSA Cilowong yang telah disepakati, mereka meminta ambulans, pembangunan masjid dan lainnya.

Bacaan Lainnya

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Serang Zaldi Dhuhana mengatakan, berdasarkan hasil Perjanjian Kerja Sama (PKS) buang sampah dengan Pemkot Serang, disepakati perharinya ada sekitar 200 ton sampah Kabupaten Serang yang dibuang ke Kota Serang.

Sampah Kabupaten Serang, sudah mulai dibuang ke TPSA Cilowong Kota Serang sejak Minggu lalu, yang perharinya 200 ton sampah.

“Kita sudah melihat ke lapangan Minggu lalu, sudah ada mobil pengangkut sampah Kabupaten Serang masuk ke TPSA Cilowong, Kota Serang. Artinya, kita sudah mulai bisa buang kesana yang seharinya 200 ton,” katanya saat diwawancarai wartawan di ruang kerjanya, Senin 5 Januari 2026.

Zaldi mengatakan, tipping fee sampah yang harus dibayarkan ke Pemkot Serang pertahunnya sebesar Rp20 miliar, yang jika dihitung seharinya mencapai Rp317.500 anggaran yang dibayar.

Anggaran tersebut sudah disiapkan, dan akan secepatnya dibayarkan ke Pemkot Serang, sesuai dengan PKS yang telah disepakati.

“Tarif yang sesuai dengan PKS yang telah disepakati, akan kita bayarkan tentunya anggaran telah disiapkan tidak ada masalah,” ujarnya.

Dikatakan Zaldi, anggaran tersebut hanya untuk tipping fee sampah belum termasuk dana kerohanian, atas permintaan masyarakat sekitar TPSA Cilowong.

Masyarakat sekitar meminta adanya mobil ambulans, pembangunan masjid dan lainnya, yang harus diselesaikan oleh Pemkab Serang.

“Rp20 miliar itu hanya untuk tipping fee, ada lagi dana kerohanian untuk masyarakat sekitar yang harus kita siapkan, anggarannya sudah kita siapkan. Dana kerohanian ini, merupakan permintaan masyarakat sekitar, yang meminta ada mobil ambulans, pembangunan masjid dan lainnya,” ucapnya. (*)

Reporter : Agung Gumelar

Pos terkait