TANGERANG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Warga Kota Tangerang berinisiatif akan membangun jembatan di wilayah bencana Sumatera dan Aceh.
Pada tahap kedua, Wali Kota Tangerang, Sachrudin didampingi Wakil Wali Kota Tangerang, Maryono Hasan kembali melepas tim relawan serta bantuan logistik dilengkapi armada rescue untuk membantu korban bencana banjir dan tanah longsor di Sumatera dan Aceh.
Pelepasan dilakukan di pelataran Puspemkot Tangerang, Jumat, 19 Desember 2025.
Sachrudin mengapresiasi atas semangat seluruh elemen masyarakat bahu membahu mengumpulkan donasi untuk korban Bencana di Sumatera dan Aceh.
Dia mengatakan, Pemkot Tangerang bersama Baznas Kota Tangerang serta lintas komunitas bersepakat berupaya semaksimal mungkin membantu bagi masyarakat yang terdampak bencana di Sumatera dan Aceh.
“Dari aksi penggalangan donasi dari lintas komunitas, Alhamdulillah hingga hari ini sebesar Rp1,3 miliar, ini luar biasa antusias masyarakat dalam membantu saudara-saudara kita yang terdampak bencana di Sumatera dan Aceh. Kita semua ikut merasakannya,” ungkap Sachrudin dalam sambutannya.
“Kita memohon Kota Tangerang terhindar dari Bencana mara bahaya lainnya,’ sambungnya.
Dikatakannya, Pemkot Tangerang kembali menerjunkan tim relawan dari lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang dilengkapi armada rescue bersama tim relawan lintas komunitas di Kota Tangerang untuk membantu masyarakat terdampak bencana di Sumatera dan Aceh secara langsung, baik dalam bentuk logistik permakanan dan pemulihan lainnya.
“Hari kita kembali kirim 59 orang tim relawan dari lintas OPD bersama tim relawan lintas komunitas yang dilengkapi armada rescue dan logistik permakanan,” ujarnya.
Sachrudin berpesan untuk seluruh tim relawan untuk menjaga kesehatannya agar dapat membantu warga terdampak. Dia juga terus mengajak masyarakat untuk peduli antar sesama khususnya dalam membantu warga yang saat ini terdampak bencana di daerah Sumatera dan Aceh melalui penggalangan donasi.
“Ini bentuk kepedulian dan semangat kita bersama dalam membantu antar sesama. Diharapkan penggalangan donasi terus dilanjutkan untuk membantu masyarakat terdampak disana,” ujar Sachrudin.
Sementara itu, Ketua Baznas Kota Tangerang, KH Aslie Elhusyairi menambahkan, pihaknya bersama Pemkot Tangerang serta lintas komunitas bersepakat akan membangun jembatan di daerah bencana. Pihaknya akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah yang terdampak bencana guna keberlangsungan pembangunan jembatan tersebut.
“Ada usulan kita akan membangun jembatan sepanjang 20 meter dengan lebar 2 meter di daerah Aceh, karena akses tersebut sangat dibutuhkan, dan itu sudah disepakati pak Wali. Kita akan berkoordinasi dengan pihak terkait disana,” ungkap KH Aslie.
Dia menyampaikan, pengiriman tim relawan tahap II ini dilengkapi dengan armada rescue dan logistik kebutuhan yang mendesak bagi warga terdampak. Selain itu, dari tim relawan ini dilengkapi tenaga ahli infrastruktur fisik guna pelaksanaan pembangunan jembatan tersebut. “Dari 59 ada beberapa tenaga ahli infrastruktur. Jembatan yang bakal dibangun itu kedalamannya 18 meter. Intinya kita nanti berkoordinasi dengan pemerintah daerah disana, yang jelas kita siap, ketika butuh anggaran berapa nanti kita kirim,” paparnya.
“Jadi kalau butuh dana segera kita bisa langsung transfer,” sambungnya.
KH Aslie memastikan seluruh bantuan dari masyarakat dan lembaga mitra dikelola secara transparan dan akuntabel.
“Dengan dukungan berbagai pihak, Baznas berharap proses penanganan bencana dapat berlangsung lebih cepat sehingga para penyintas bisa segera kembali menjalani kehidupan secara normal,” pungkasnya.(*)











