SERANG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Serang, sedang berupaya mencari lahan dengan luas tujuh hektare, untuk nantinya bakal dibangun sekolah rakyat.
Belum diketahui secara pasti lokasinya, namun berdasarkan persyaratannya lahan yang bakal dibangun sekolah rakyat ini, harus aset milik Pemkab Serang bukan milik masyarakat.
Hal itu disampaikan, Kepala Dinsos Kabupaten Serang Yadi Priyadi saat diwawancarai wartawan melalui telepon seluler, Kamis 18 Desember 2025.
Yadi mengatakan, pihaknya sedang mempersiapkan untuk menyambut sekolah rakyat di Kabupaten Serang, dengan menyiapkan lahan seluas tujuh hektare yang kini sedang mencari lokasi yang tepat.
Apabila lokasi lahan sudah ditemukan, selanjutnya akan disampaikan ke Kementerian Sosial (Kemensos), untuk dilakukan pengecekan sebelum nantinya dibangun sekolah rakyat.
“Ada beberapa hal yang sedang kita siapkan salah satunya lahan, kita sedang mencari lokasi yang tepat ini harus aset Pemkab Serang bukan milik masyarakat. Untuk luasannya lima sampai tujuh hektare yang harus dipersiapkan, kalau sudah ada langsung kita sampaikan ke kementerian,” katanya.
Kata Yadi, anggaran pembangunan sekolah rakyat ini berasal dari Kemensos bukan APBD Kabupaten Serang, dan Pemkab Serang hanya diminta menyiapkan lahannya saja.
Pihaknya menargetkan, awal tahun depan lahan sudah tersedia dan diajukan ke Kemensos, agar pembangunan sekolah rakyat dapat segera dilaksanakan.
“Anggaran pembangunannya dari Kemensos, kita hanya menyiapkan lahannya saja. Target kami tahun depan, lahan dan pembangunan sekolah rakyat bisa segera dibangun dan selesai,” ujarnya.
Selain menyiapkan lahan untuk sekolah rakyat, Yadi mengatakan, pihaknya juga sedang mempersiapkan untuk sekolah rakyat rintisannya, supaya anak-anak kurang mampu bisa bersekolah di Kabupaten Serang tanpa harus keluar daerah.
Salah satu SMK di Kecamatan Pontang, rencananya akan dijadikan sekolah rakyat rintisan, dan akan diajukan ke Kemensos untuk disetujui.
“Selama ini kan, anak-anak bersekolah di sekolah rakyat yang ada di Kabupaten Tangerang, nah kita akan ajukan SMK di Pontang ini ke Kemensos untuk menjadi sekolah rakyat rintisan sementara sembari menunggu pembangunan sekolah rakyat. Seluruh pembiayaan kita yang tanggung, sampai lulus sekolah dan ini khusus untuk masyarakat kurang mampu,” ucapnya. (*)
Reporter : Agung Gumelar










