Asesmen Sumatif Akhir Semester Sebagai Evaluasi Dalam Kompetensi Siswa

Siswa SMPN 3 Sukamulya, Kecamatan Balaraja, saat mengikuti kegiatan asesmen sumatif akhir semester yang di gelar di sekolah, Senin 1 Desember 2025. Randy/Bantenekspres.co.id

BALARAJA,BANTENEKSPRES.CO.ID – Untuk menentukan hasil dari belajar di sekolah, siswa SMPN 3 Sukamulya, Kecamatan Balaraja, menggelar Asesmen Sumatif Akhir Semester (ASAS) untuk mengetahui sejauh mana siswa tersebut menerima materi pelajaran yang telah di dapat dari guru mereka.

Bahkan, Asesmen tersebut juga untuk mengukur pencapaian kompetensi siswa selama satu semester penuh. Hal tersebut, juga untuk menentukan hasil raport dan juga untuk menentukan kelulusan siswa. Sehingga, akan ketahuan hasilnya dan hasil dari asesmen tersebut akan menjadi bahan evaluasi oleh para guru.

Bacaan Lainnya

Kepala SMPN 3 Sukamulya Hendriyani mengatakan, bahwa asesmen yang dilakukan sebagai salah satu uji kompetensi siswa dan mengukur kemampuan siswa sejauh mana mereka telah mengikuti kegiatan belajar mengajar selama satu semester penuh. Dan hasil dari asesmen akan menjadi sebuah acuan guru untuk evaluasi dan mengisi nilai raport.

“Kalau dulu namanya ujian akhir semester, kalau sekarang namanya berubah menjadi Asesmen Sumatif Akhir Semester. Akan tetapi, caranya sama yakin untuk mengetes kemampuan siswa selama belajar satu semester apakah siswa mampu menerima materi yang diberikan atau tidak. Kalo tidak, maka akan dilakukan evaluasi oleh gurunya,”ujanya kepada Bantenekspres.co.id di ruang kerjanya, Senin 1 Desember 2025.

Hendriyani menambahkan, selama kegiatan belajar mengajar, guru telah maksimal memberikan pelajaran sesuai dengan kurikulum yang ada. Tinggal, bagaimana siswa menangkap materi yang telah di berikan. Sehingga, dalam satu semester akan ketahuan siswa ada yang paham atau tidak materi yang diberikan.

“Kalau dari guru, laporan setiap evaluasi selalu mengatakan bahwa sistem belajar yang diberikan sesuai dengan kurikulum dan metode yang sesuai dengan aturan. Jadi, kalau ada siswa yang belum paham artinya siswa tersebut yang memang tidak memahami materi pelajaran,”paparnya.

Ia menjelaskan, tentunya bagi siswa yang masuk katagori yang lambat tau tidak paham dalam materi pelajaran, pihak guru akan melakukan komunikasi dengan orangtua siswa. Untuk menjelaskan dan mencari solusinya, sehingga siswa saat menerima pelajaran selanjutnya bisa dan lebih baik.

“Kami selalu melakukan komunikasi dengan orangtua, bahkan guru juga meminta kepada orangtua untuk membantu siswa dalam belajar di rumah. Agar, siswa bisa paham saat mereka mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah. Dan saya pastikan, siswa di SMPN 3 Sukamulya mendapatkan pendidikan berkualitas,”tutupnya. (*)

Pos terkait