Ini 5 Penyebab Lampu Motor Tiba-Tiba Mati

Ini 5 Penyebab Lampu Motor Tiba-Tiba Mati
Sejumlah sepeda motor terparkir di halaman kantor Samsat Ciputat. Tri Budi/Bantenekspres.co.id

CIPUTAT,BANTENEKSPRES.CO.ID – Lampu menjadi komponen penting selain mesin yang harus diperhatikan bagi pemilik sepeda motor. Tentu cukup menjengkelkan ketika lampu bermasalah padahal kita sedang melewati jalanan gelap dan berkabut.

Apalagi tidak ada penerangan jalan yang membantu dan posisi kita cukup membahayakan kendaraan lain khususnya dari arah berlawanan. Sehingga lampu motor menjadi salah satu komponen penting yang harus diperhatikan.

Bacaan Lainnya

Namun, kadang kala lampu motor tiba-tiba mati atau redup padahal aki masih terasa kuat. Masalah tersebut cukup umum dialami oleh banyak pengguna sepeda motor.

Training Analyst PT Wahana Makmur Sejati, Wahyu Budhi mengatakan, posisi lampu yang tiba-tiba mati atau bahkan redup, cukup bisa membuat bahaya pengendaranya apalagi pada kondisi saat berkendara malam hari atau hujan lebat turun. “Tentu saja pencahayaan jadi kurang optimasi sehingga bisa mengganggu visibilitas,” ujarnya.

Wahyu menambahkan, penting untuk mengetahui apa saja yang menjadi penyebabnya dan harus mengambil langkah apa saat mengalami kendala seperti ini. Menurutnya, ada 5 penyebab utama lampu motor tiba-tiba mati atau redup meski aki masih dalam kondisi baik.

Pertama, kiprok bermasalah

Kiprok atau regulator rectifier berfungsi mengubah arus AC dari spul menjadi arus DC untuk mengisi aki dan menyalurkan listrik ke komponen seperti lampu. “Jika rusak, arus listrik jadi tidak stabil atau bahkan tidak mengalir sama sekali ke lampu,” tambahnya.

Kedua, spul rusak atau lemah

Spul bertugas menghasilkan arus listrik saat mesin berputar. Jika daya yang dihasilkan tidak mencukupi, maka kiprok tidak bisa bekerja optimal dan aliran listrik ke lampu jadi terganggu.

Ketiga, kabel dan saklar tidak berfungsi baik

Kabel kelistrikan yang longgar, terkelupas, atau korslet bisa menghambat aliran listrik ke lampu. Begitu juga saklar lampu yang sudah aus atau rusak akan membuat lampu tidak bisa menyala meski komponen lain berfungsi baik.

Keempat, bohlam sudah usang

Seiring waktu, bohlam bisa mengalami penurunan performa bahkan mati total. Filamen di dalam bohlam bisa putus tanpa disadari, terutama setelah pemakaian yang cukup lama.

Kelima, sistem pengisian aki tidak optimal

Meskipun aki dalam kondisi baik, tapi jika sistem pengisiannya terganggu, daya listrik yang masuk ke aki tidak mencukupi. “Akibatnya, lampu akan menyala redup atau tidak menyala sama sekali saat beban listrik meningkat,” ungkapnya.

Wahyu menuturkan, lima hal tersebut kerap menjadi masalah yang kemungkinan muncul dan menjadi penyebab lampu secara tiba-tiba mati atau menjadi redup padahal kondisi aki masih baik. Lalu, jika sudah mengetahui penyebabnya, ada sejumlah langkah yang bisa dilakukan:

Pertama, periksa dan ganti kiprok jika perlu. Cek apakah kiprok menunjukkan tanda-tanda kerusakan seperti meleleh atau gosong. Jika iya, segera ganti dengan yang baru agar arus listrik kembali stabil.

Kedua ukur kinerja spul. Gunakan alat multimeter untuk mengukur tegangan yang dihasilkan spul. Jika nilainya tidak sesuai standar, kemungkinan besar spul perlu diganti.

Ketiga cek jalur kabel dan saklar. Pastikan semua kabel dalam kondisi utuh dan tidak ada yang longgar atau berkarat. Cek saklar lampu apakah masih responsif. Bila perlu, ganti saklar yang sudah tua.

Keempat ganti bohlam yang sudah tua Jika bohlam terlihat menghitam atau filamennya putus, segera ganti dengan yang baru. Gunakan bohlam dengan spesifikasi yang sesuai dengan peruntukannya agar tahan lama dan terang.

Kelima pastikan sistem pengisian aki normal. Lakukan pengecekan terhadap pengisian aki. Bila diperlukan, lakukan servis di bengkel untuk memastikan aki menerima arus listrik dengan benar dari spul dan kiprok,” ungkapnya.

Wahyu mengaku, masalah lampu yang mati itu tidak melulu karena aki lemah. Ada banyak komponen lain yang harus dicek lebih dulu. “Pemeriksaan menyeluruh bisa mencegah salah ganti dan membuat perawatan motor lebih efisien,” tuturnya.

Menurutnya, penting bagi pemilik agar melakukan pemeriksaan kondisi sistem kelistrikan motor, tidak hanya saat terjadi masalah saja. “Pemeriksaan berkala sangat dianjurkan, karena kelistrikan adalah bagian penting untuk kenyamanan dan keselamatan berkendara,” tutupnya. (*)

Pos terkait