CIKANDE,BANTENEKSPRES.CO.ID – Pemeriksaan cek darah, pada warga terdampak Radioaktif Cesium 137 tahap pertama Rabu 22 Oktober telah keluar, yang hasilnya telah keluar terdapat empat orang dinyatakan positif.
Keempat warga ini, satu anak-anak, satu orangtua, dan dua karyawan, tidak ada gejala yang muncul, hanya saja berdasarkan hasil laboratorium darah ditemukan adanya Radioaktif Cesium 137.
Hal itu disampaikan, Plh Kepala Puskesmas Cikande Wahyu Suwardi saat diwawancarai wartawan, usai pemeriksaan kesehatan tahap dua di Puskesmas Cikande, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, Minggu 26 Oktober 2025.
Wahyu mengatakan, pemeriksaan terhadap warga terdampak Radioaktif Cesium 137 mulai dari cek darah, tinggi badan, berat badan, pemeriksaan fisik, dan lainnya, yang selanjutnya dilakukan uji laboratorium.
Tahap awal kemarin Rabu 22 Oktober sudah dilakukan, dan hasil laboratoriumnya sudah keluar Jumat 24 Oktober, yang ternyata dari 64 warga terdapat empat warga positif Radioaktif Cesium 137.
“Hasil laboratorium pemeriksaan kesehatan sudah keluar untuk tahap pertama, hasilnya ada empat warga dari 64 warga yang diperiksa ternyata positif Radioaktif Cesium 137. Sedangkan, untuk tahap dua ini baru selesai diperiksa dan akan uji laboratorium dulu, kemungkinan dua sampai tiga hari keluar hasilnya,” katanya.
Kata Wahyu, keempat warga positif Radioaktif Cesium 137 ini sudah dibawa ke Badan Riset dan Inovasi Nasional (Brin), dan Kemenkes untuk dilakukan penanganan pengobatan lebih intensif.
Empat warga positif Radioaktif Cesium 137 ini, satu anak-anak, satu orangtua, dan dua karyawan, mereka semua bukan dari satu keluarga namun beda keluarga.
“Sudah dirujuk ke pusat, untuk ditindaklanjuti secara intensif, yang terkena itu ada anak kecil, orangtua, dan karyawan. Namun, mereka semua ini bukan dari satu keluarga melainkan berbeda keluarga,” ujarnya.
Wahyu mengaku, tidak ada gejala yang timbul dari keempat warga positif Radioaktif Cesium 137, hanya berdasarkan hasil laboratorium sampel darah yang diambil.
Adanya Radioaktif Cesium 137 dalam tubuh diketahui dari level radioaktifnya, yang ketika ada dibawah ambang batas langsung dirujuk ke Brin.
“Yang mengetahui level-level radioaktif itu Brin, jadi ketika diduga ada yang dibawah ambang batas kita langsung rujuk. Karena, tidak ada gejala yang ditimbulkan, hanya dari pemeriksaan darah saja,” ucapnya.
Dikatakan Wahyu, empat warga positif Radioaktif Cesium 137 kini sudah kembali ke hunian sementara, dan sudah bisa juga berbaur kembali dengan warga lainnya.
“Sudah kembali ke hunian sementara, kita juga lakukan pendampingan supaya tidak jauhi warga lain, dan kini sudah sembuh sudah berbaur juga,” tuturnya.
Wahyu mengatakan, jika ditotalkan secara keseluruhan dari awal pemeriksaan yang dilakukan pemerintah pusat, dan Puskesmas Cikande, semuanya ada 13 warga positif Radioaktif Cesium 137.
Dari jumlah tersebut, lima warga sudah dinyatakan negatif Radioaktif Cesium 137 sisanya masih dalam perawatan, namun kelima warga ini akan terus dipantau kesehatannya dan jika terlihat mengalami perubahan kesehatan akan langsung dibawa ke Brin.
“Pemeriksaan awal itu kan dilakukan pemerintah pusat, yang hasilnya ada sembilan warga positif, lalu dialihkan ke Puskesmas Cikande yang lakukan pemeriksaan, hasilnya ada empat warga positif. Namun, lima sudah dinyatakan aman tapi tetap kita pantau kesehatannya, kalau dirasa perlu dirujuk ke Brin lagi akan kita bawa kesana,” katanya. (*)











