KOTA TANGERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID–Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Kota Tangerang naik kelas. Produk-produknya mampu menembus pasar ekspor di negeri Belanda.
Wali Kota Tangerang Sachrudin saat meresmikan gerai UMKM, Gerai Bintang Sawi di Cibodas, Kota Tangerang mengaku bangga dengan kerja keras peggiat UMKM. Gerai UMKM yang dirintis Ibu Eka mampu menggalang banyak pelaku UMKM.
“Saya bangga dengan UMKM di Gerai Bintang Sawi, kerja keras yang tak mengenal Lelah akhirnya mampu menembus pasar negeri Belanda,” ujarnya Selasa (7/10/2025). “Produk nasi kebulinya sudah berhasil diekspor ke Belanda,” lanjutnya.
Menurutnya, kemajuan sektor UMKM merupakan bukti bahwa pembangunan tidak hanya diwujudkan dalam bentuk fisik seperti infrastruktur, tetapi juga melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Pembangunan tidak hanya berbentuk infrastruktur fisik seperti jalan dan trotoar, tetapi juga menyentuh langsung sektor ekonomi masyarakat, melalui pemberdayaan dan peningkatan akses usaha,” paparnya.
Sachrudin berharap, peresmian Gerai Bintang Sawi dapat menjadi momentum untuk memotivasi lebih banyak pelaku usaha lokal bergabung dan berkembang bersama.
“Gerai Bintang Sawi ini diharapkan menjadi magnet baru bagi produk lokal Tangerang sekaligus menjadi kebanggaan bagi seluruh masyarakat kita,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Sachrudin menjelaskan bahwa keberadaan gerai seperti ini akan membuat rantai distribusi semakin efisien, sehingga pelaku usaha dapat memperoleh keuntungan yang lebih optimal.
Gerai Bintang Sawi, Kelurahan Cibodasari, Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang sebagai ruang promosi dan etalase 150 produk lokal unggulan Kota Tangerang.
“Gerai ini untuk memasarkan produk-produk dari berbagai UMKM yang ada di Kota Tangerang, sebanyak 150 produk telah tergabung. Ini wujud nyata kolaborasi dan ide masyarakat untuk peningkatan perekonomian di Kota Tangerang,” tutur Sachrudin.
“Kita apresiasi semangat seperti ini. Karena ini, gerai yang datang dan dibentuk oleh para pengusaha UMKM itu sendiri, bukan gagasan OPD terkait,” tambahnya.
Penggagas Gerai Bintang Sawi Eka Djuniarsih menjelaskan, gerai ini hasil inisiatif dari para pelaku UMKM binaan Kota Tangerang. Eka mengungkapkan, ide ini muncul dari semangat bersama untuk mencari solusi pemasaran produk lokal.
“Awalnya kami para pelaku UMKM mendapatkan pelatihan yang sama dari dinas. Tapi persoalannya tetap sama, yaitu pemasaran. Akhirnya saya berpikir, kenapa tidak kita saling bantu dengan memasarkan produk teman-teman juga,” ungkap Eka.
Menurutnya, gerai ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat penjualan offline, tetapi juga akan dikembangkan ke ranah digital melalui berbagai kanal seperti TikTok Live, marketplace, hingga e-katalog.
“Ke depan kami akan live di TikTok, masuk ke marketplace, dan berkolaborasi dengan PKK maupun instansi lainnya. Jadi pemasaran tidak hanya di sini, tapi juga secara digital. Harapan saya, produk UMKM di sini bisa menjadi pilihan belanja OPD maupun masyarakat secara luas,” ujarnya.
Kepala Disperindagkop UKM Kota Tangerang Suli Rosadi, turut mengapresiasi terbentuknya Gerai Bintang Sawi yang dinilai sebagai bukti kemandirian pelaku UMKM.
“Inisiatif seperti ini yang kami harapkan. Ini menunjukkan bahwa UMKM di Kota Tangerang sudah beranjak mandiri, tidak hanya bergantung pada fasilitasi pemerintah,” kata Suli. (adv)










