Karakter Kuat Tidak Lahir dari Teori, Tapi Dari Keteladanan Guru

KOTA TANGERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID–Wali Kota Tangeran Sachrudin menegaskan karakter kuat tidak lahir dari teori, melainkan dari keteladanan nyata para guru. Ia menegaskan pentingnya peran guru dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, berakhlak, dan menghargai keberagaman.

Menurutnya, guru bukan sekadar pengajar ilmu, tetapi juga teladan kehidupan yang menanamkan nilai-nilai kebajikan di setiap ruang kelas. Hal itu ditegaskan Sachrudin, saat membuka Pelatihan Pengembangan Karakter dan Life Skills serta Pelatihan Peningkatan Iklim Keamanan Sekolah dan Iklim Kebhinekaan, yang digelar di BBPPMPV Bisnis dan Pariwisata, Depok, Senin (06/10/2025).

Bacaan Lainnya

Pelatihan diikuti oleh 68 guru SD dan SMP Kota Tangerang. “Pendidikan bukan hanya soal nilai akademik, tapi tentang membentuk manusia seutuhnya, yang berilmu, berakhlak, dan mampu hidup damai dalam keberagaman,” ujar Sachrudin.

Ia menekankan, guru yang bahagia dan berjiwa sehat akan melahirkan siswa yang berkarakter. Oleh karena itu, suasana sekolah harus menjadi ruang yang aman, ramah, dan penuh kehangatan, di mana setiap anak merasa diterima tanpa memandang perbedaan.

“Sekolah harus menjadi rumah kedua bagi anak-anak. Tempat mereka belajar bukan hanya pelajaran, tapi juga kasih, empati, dan kebersamaan. Di sanalah nilai kebhinekaan tumbuh,” tambahnya.

Beberapa pekan lalu, Pemkot Tangerang juga menggelar pelatihan peningkatan kapasitas Aparatur Sipil Negara (ASN) di Graha Bhakti Karya, Modernland, Kota Tangerang. Pelatihan ini sebagai bagian dari upaya mewujudkan reformasi birokrasi yang lebih profesional, inovatif, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat. 

Pelatihan ini diikuti oleh 40 peserta dari berbagai perangkat daerah. Wakil Wali Kota Tangerang Maryono Hasan, menekankan pentingnya pengembangan kompetensi manajerial, khususnya kemampuan kepemimpinan bagi setiap pegawai.
 

“Banyak pegawai memiliki potensi besar dengan latar belakang pendidikan dan prestasi yang berbeda-beda, tapi secara umum ada satu hal yang perlu diperkuat yaitu kemampuan manajerial dan kepemimpinan,” jelasnya.

“Di sinilah pentingnya pelatihan dan sistem manajemen talenta. Ketika setiap pegawai memiliki kepemimpinan dan kemampuan manajerial yang baik, ditempatkan di dinas mana pun tetap bisa berjalan lancar,” tegas Maryono.
 

Maryono, juga menambahkan, kemampuan diagnosa organisasi menjadi kunci bagi ASN untuk mengenali kekuatan, kelemahan, peluang, dan tantangan di unit kerjanya. Dengan pemahaman ini, pelayanan publik dapat berjalan lebih dinamis dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
 
“Kemampuan mendiagnosa organisasi secara sistematis membantu pegawai memahami kondisi unit kerja mereka secara menyeluruh. Dari situ, langkah strategis bisa diambil untuk meningkatkan kinerja dan pelayanan,” ungkapnya. (adv)

Pos terkait