SDN Palamakan Rusak Berat, Dindikbud Sebut Masuk Skala Prioritas Perbaikan

Kepala Bidang SD Dindikbud Kabupaten Serang Janjusi saat diwawancarai wartawan beberapa hari lalu. Foto : Agunggumelar/Bantenekspres.co.id

SERANG,BANTENEKSPRES.CO.ID – SDN Palamakan 1 yang berlokasi di Desa Pringwulung, Kecamatan Bandung, Kabupaten Serang, mengalami rusak berat, dari enam ruang kelas tersedia tiga diantaranya tidak layak dipakai.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Serang menyebutkan, sekolah tersebut masuk skala prioritas perbaikan yang telah diusulkan pada 2026 mendatang yang bersumber dari APBD Kabupaten Serang.

Bacaan Lainnya

Kepala Bidang SD Dindikbud Kabupaten Serang Janjusi mengatakan, pihaknya telah berkunjung ke SDN Palamakan 1 tersebut yang, ternyata memang kondisinya rusak berat dan perlu diperbaiki.

Sehingga, pada 2026 nanti sekolah tersebut masuk dalam skala prioritas perbaikan, yang akan direncanakan menggunakan APBD Kabupaten Serang.

“Kami telah melihat langsung kondisi SDN Palamakan 1 ini, kondisinya rusak berat dan kami sudah mengusulkan untuk ada perbaikan di 2026 mendatang. Perbaikan yang dilakukan, menggunakan dana APBD Kabupaten Serang,” katanya, Minggu (14/9).

Janjusi mengatakan, perbaikan yang dilakukan bersifat rehab ruang kelas bukan pembangunan, dan adapun ingin penambahan ruang kelas akan dilihat terlebih dahulu kondisi anggaran yang ada.

Yang terpenting, para siswa dan guru disana bisa mendapatkan kenyamanan dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajarnya.

“Kita rehab atau perbaikan ruang kelas yang telah ada terlebih dahulu, supaya siswa dan guru bisa melaksanakan kegiatan belajar mengajar lebih tenang dan nyaman. Meskipun perlu penambahan ruang kelas, kita lihat kondisinya nanti dari segi anggarannya dan lahan apakah masih tersedia atau tidak,” ujarnya.

Dikatakan Janjusi, pembelajaran di SDN Palamakan 1 menggunakan sistem shift ada yang masuk pagi dan siang, namun tidak masalah yang terpenting siswa bisa mendapatkan hak belajar dan menerima pembelajarannya.

Perbaikan ditargetakan bisa dilakukan Agustus atau September 2026 mendatang, jika dikemudian hari ruang kelas yang dipakai kembali alami kerusaka, pihaknya akan mencarikan alternatif lain agar siswa tetap bisa bersekolah.

“Meski ruang kelas rusak berat, namun tidak sampai menganggu kegiatan belajar mengajar siswa dan guru, hanya saja sistem masuk pagi dan siang. Namun, kita juga sambil cari lokasi lain sebagai alternatif sekolah, kalau membahayakan siswa kita upayakan cari lokasi lain,” ucapnya. (*)

Reporter : Agung Gumelar

 

Pos terkait