PAKUHAJI,BANTENEKSPRES.CO.ID – Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) sesuai dengan instruksi Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang masih tetap berjalan, akan tetapi untuk tingkat SD PJJ dilakukan dengan cara yang berbeda dan tidak sama dengan SMP yang menggunakan zoom meeting.
Seperti di SDN Kramat V, Kecamatan Pakuhaji, mereka melakukan PJJ dengan menggunakan WhatsApp Grup dengan memberikan tugas kepada siswa melalui orangtua siswa. Hal tersebut dilakukan, karena orangtua siswa terkendala kuota dan juga terkendala jaringan internet yang kurang baik.
Kepala SDN Kramat V Bara Indrawan mengatakan, untuk PJJ yang dilakukan tidak seperti SMP dengan menggunakan zoom meeting atau tatap muka digital, tetapi pihak SDN Kramat V menggunakan WhatsApp Grup untuk mengirimkan tugas kepada seluruh orangtua siswa. Hal tersebut, untuk memudahkan orangtua dalam membantu siswa mengerjakan tugas yang diberikan oleh para guru.
“Ini sudah berjalan dua hari, dan kami menggunakan WhatsApp Grup untuk melakukan PJJ. Hal tersebut, untuk memudahkan orangtua dalam menerima tugas dari guru. Sehingga, proses PJJ berjalan dengan baik dan siswa tidak tertinggal pelajaran,”ujarnya kepada Bantenekspres.co.id, Selasa 2 September 2025.
Bara menambahakan, PJJ dengan WhatsApp Grup karena juga memudahkan orangtua yang tidak punya handphone, apalgi di SDN Kramat V masih ada orangtua yang tidak punya handphone sehingga dengan adanya tugas yang diberikan ke WhatsApp Grup orangtua yang punya handphone dan masuk dalam WhatsApp Grup bisa memberikan informasi ke orangtu yang tidak punya handphone.
“Jadi mereka bisa mengerjakan secara kelompok, dan itu memudahkan orangtua membantu siswa dalam mengerjakan tugas sekolah. Kita juga paham bagaimana Kondisi orangtua siswa sehingga kita permudah,”paparnya.
Ia menjelaskan, bahwa PJJ dengan. WhatsApp Grup berlaku bagi seluruh siswa kelas 1 sampai kelas 6, mereka akan dapat tugas dari guru mereka sesuai dengan mata pelajaran. Sehingga, siswa tidak akan tertinggal mata pelajaran.
“Untuk absen, dari tugas tersebut karena tugas tersebut harus segera di kirim dan tidak di tunda. Misal hari ini mata pelajaran matematika, guru memberi tugas dan harus hari ini juga di kerjakan dan di kirim seperti halnya sekolah. Dan absen siswa akan terlihat dari tugas yang diberikan dan dikerjakan oleh siswa,”tutupnya. (*)
Reporter : Randy Yastiawan










