SERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Pasca aksi unjuk rasa yang berujung ricuh di kawasan Ciceri, Kota Serang, sejumlah fasilitas publik mengalami kerusakan. Pemerintah Kota Serang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mencatat nilai kerugian mencapai hampir Rp70 juta.
Kepala DLH Kota Serang, Farach Richi, menyebutkan salah satu fasilitas yang terdampak adalah Taman Deduluran. “Dari pemerintah daerah, fasilitas publik yang rusak itu Taman Deduluran. Saat ini kami baru bisa melakukan identifikasi, dan segera akan dilakukan perbaikan agar bisa kembali dinikmati oleh masyarakat,” ujarnya, saat meninjau area taman, Selasa 2 September 2025.
Selain taman kota, massa juga merusak sejumlah sarana lain. “Fasilitas yang dirusak di antaranya pos polisi, pos Satpol PP, beberapa pagar, serta sarana lain yang ada di lokasi,” kata Farach.
Meski begitu, ia memastikan tidak ada kantor pemerintahan yang mengalami kerusakan serius. “Hanya di Kominfo ada bagian atas yang pecah, yang sempat viral videonya. Itu sudah dihitung dan langsung diperbaiki oleh Pak Arief,” jelasnya.
Di sisi lain, kerugian yang dialami pihak kepolisian juga cukup besar. Menurut Farach, salah satunya adalah videotron yang nilainya mahal. “Untuk pos polisi, tentu menjadi kewenangan pihak kepolisian. Kami dari Pemkot hanya membantu supaya operasional dan lingkungan sekitarnya tidak terlihat kumuh,” tambahnya.
Farach juga mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menyampaikan aspirasi. “Pada prinsipnya penyampaian aspirasi dijamin oleh undang-undang. Namun saya berharap masyarakat juga memperhatikan fasilitas publik. Jangan sampai fasilitas umum dirusak, karena itu dibangun untuk dinikmati bersama,” tutupnya. (*)
ALDI ALPIAN INDRA/TANGERANG EKSPRES










