TPA Cipeucang Overcapacity, 3 Cara Dilakukan Untuk Bisa Menampung Sampah

Petugas dengan menggunakan eksmavator melakukan perataan sampah di TPA Cipeucang, Serpong. Tri Budi/Bantenekspres.co.id

SERPONG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Tempat pembuangan akhir (TPA) Cipeucang yang ada di Kecamatan Serpong kondisinya semakin overcapacity. Pasalnya, luas wilayah TPA tidak bertambah namun, setiap hari sampah yang masuk terus bertambah.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) TPA Cipeucang Desna Gera Andika mengatakan, dengan segala keterbatasan yang ada pihaknya tetap ingin melayani dan memberikan rasa aman kepada masyarakat.

Bacaan Lainnya

“Dengan keterbatasan dan kondisi kita ini, kita terus berupaya maksimal mempertahankan dan tetap melayani sampah dengan tetap memperhitungan keselamatan,” ujarnya kepada BANTENEKSPRES.CO.ID, Senin, 1 September 2025.

Desna menambahkan, TPA Cipeucang saat ini bisa dikatakan overcapacity namun, pihaknya tetap melayani pelayanan sampah. “Masih bisa mempertahankan layanan sampai akhir tahun dengan segala upaya, mulai dari penataan, tambah armada (sewa ekskavator) dan pembatasan ritase yang boleh masuk ke TPA Cipeucang setiap hari,” tambahnya.

Denga kondisi saat ini banyak opsi yang sedang ditempuh dan semua sedang proses pematangan. “Kita mau melakukan secara masif untuk memperbaiki kondisi di TPA yang akan berjalan di APBD perubahan ini, yakni melakukan penataan secara masif buat terasering dan lainnya secara besar namun, itu tidak bisa berjalan kalau kita tidak punya kerjasama dengan luar dan tidak ada penambahan sampah baru” jelasnya.

Menurutnya, penataan tersebut didukung dengan tambahan 2 unit ekskavator yang dipinjamkan oleh DSDABMBK dan sewa 5 unit ekskavator. “Kita sendiri punya 4 ekskavator dan 1 doser. Total ada 12 unit ekskavator dan doser untuk digukanan menata TPA Cipeucang,” tuturnya.

Dari 12 unit ekskavator dan doser tersebut disebar dititik-titik untuk melakukan meminimalisir kelongsoran dan terus dilakukan penataan secara masif dan itulah yang membuat TLA Cipeucang masih bisa melayani,” terangnya.

Menururnya, eksavator tersebut digunakan untuk menimbun sampah keatas (tumpuk dan diratakan. “Semua alat melakukan estafet keatas, melakukan peninggian terus sehingga tidak terjadi kelongsoran,” jelasnya

Penataan tersebut tiap hari namun, musuhnya adalah hujan karena, tumpukan sampah dibawah tidak ada penahan dan selalu jatuh saat hujan turun. “Kalau sampah jatuh saya angkat lagi,” tuturnya.

Selain itu, itu pihaknya juga membatasi volume sampah yang masuk ke TPA Cipeucang setiap harinya. Setidaknya setiap hari ada 427 ton sampah yang masuk ke TPA. “427 ton sampah ini berasal dari 119 rit per hari dari 112 armada yang kita miliki baik pikup dan amrol,” tuturnya.

Pantauan Banten Ekspres dilokasi, gunungan sampah yang ada di TPA Cipeucang tingginya mencapai 20-25 meter dari dasar. Aktivitas perataan sampah dengan menggunakan ekskavator terus dilakukan petugas. Truk sampah juga keluar masuk silih berganti di TPA tersebut. (*)

Pos terkait