Namun, yang menjadi sorotan dalam program ini adalah bahwa Kota Serang masih minim memiliki destinasi wisata publik yang benar-benar mampu menarik minat masyarakat maupun wisatawan luar daerah.
Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran bahwa pengadaan bus wisata kota, meskipun berniat baik sebagai upaya pengembangan transportasi dan pariwisata, justru akan berakhir sia-sia karena tidak disertai dengan kesiapan infrastruktur wisata yang memadai.
Zeka menyampaikan bahwa hingga saat ini lokasi-lokasi yang akan dijadikan rute bus wisata masih dalam tahap perencanaan bersama pihak Damri. Kendati demikian, ia menilai Kota Serang tetap memiliki sejumlah objek wisata yang layak untuk dikunjungi dan bisa menjadi potensi dalam pengembangan rute tersebut.
“Rute nya masih belum, tapi titik start-nya tetap ada di terminal nanti gambarannya melewati Gedung Juang, setelah itu Masjid Agung, setelah itu baru menuju Banten Lama,” ucapnya.











