SERANG — Persoalan jalan rusak di sejumlah wilayah Kota Serang masih menjadi keluhan utama masyarakat. Hingga pertengahan tahun ini, perbaikan belum juga dilakukan secara menyeluruh oleh pemerintah daerah. Kondisi tersebut tak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Persoalan jalan rusak di Kota Serang kemudian menjadi salah satu fokus utama dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Serang 2025–2029 yang digelar Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) di Hotel Le Dian, Kota Serang, beberapa waktu lalu.
Dua wilayah yang paling banyak dikeluhkan warga adalah Umbul Tengah di Kecamatan Taktakan dan Teritih di Kecamatan Walantaka. Kondisi jalan di dua lokasi tersebut dinilai sangat memprihatinkan, dengan banyak lubang yang membahayakan pengendara dan menghambat aktivitas warga sehari-hari.











