Warga Teluknaga Keluhkam Pengurukan Sawah Picu Banjir Permukiman

Heri Hermawan menyoalkan pengurukan lahan sawah yang menyebabkan Banjir

 

TELUKNAGA, BANTENEKSPRES.CO.ID – Aktivitas pengurukan lahan sawah produktif di perbatasan Desa Babakan Asem dan Desa Teluknaga, Kabupaten Tangerang, dikeluhkan warga karena dinilai menjadi penyebab banjir di kawasan permukiman sekitar.

Bacaan Lainnya

Keluhan itu disampaikan warga saat mendatangi DPRD Kabupaten Tangerang. Mereka menyoroti dampak lingkungan dari pengurukan lahan yang disebut mencapai sekitar 7,1 hektar.

Perwakilan warga, Heri Hermawan mengatakan, pengurukan dilakukan dengan ketinggian tanah yang melebihi permukaan rumah warga. Akibatnya, air hujan tidak lagi terserap dan justru mengalir ke permukiman.

“Kalau kiri-kanan sawah diuruk semua, pasti akan banjir. Karena resapan air sudah tertutup tanah dan beton,” ujarnya, Senin 25 Mei 2026.

Menurutnya, sebagian dampak banjir bahkan sudah dirasakan warga di lokasi pengurukan lain yang sebelumnya telah selesai dikerjakan. Rumah-rumah warga disebut mulai terendam karena posisi tanah hasil urukan lebih tinggi dibanding permukiman.

“Pengurukan yang sudah selesai saja dampaknya rumah warga kerendam. Karena ketinggian tanahnya melebihi permukaan rumah warga,” katanya.

Warga menilai hilangnya lahan sawah produktif turut memperparah potensi banjir. Sebab, selama ini area persawahan berfungsi sebagai daerah resapan air alami.

Selain itu, mereka juga mengkhawatirkan sistem drainase di kawasan tersebut tidak mampu menampung debit air jika seluruh lahan di sekitar lokasi berubah menjadi area urukan.

“Kalau sawah sudah tertutup semua, air mau lari ke mana? Akhirnya masuk ke rumah warga,” ucapnya.

Tak hanya banjir, aktivitas pengurukan juga memunculkan keresahan akibat lalu lalang truk tanah yang menggunakan akses jalan desa. Heri menilai jalan tersebut tidak dirancang untuk menahan beban kendaraan berat secara terus-menerus.

“Kami meminta pemerintah daerah segera menghentikan aktivitas pengurukan dan menegakkan aturan perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan,” ucapnya. (*)

 

Pos terkait