TELUKNAGA, BANTENEKSPRES.CO.ID – Aktivitas pengurukan lahan sawah produktif di perbatasan Desa Babakan Asem dan Desa Teluknaga, Kabupaten Tangerang, dikeluhkan warga karena dinilai menjadi penyebab banjir di kawasan permukiman sekitar.
Bacaan Lainnya
- Kasus DBD di RSUD Tigaraksa Capai 235 Pasien, Dua Meninggal Dunia
- Jadi Sorotan, Camat Curug Tangerang Tegaskan Anggaran Konsumsi Rp1, 7 M Balik Ke Masyarakat
- Berita ke-6 (Budi) : Benyamin dan Pilar Salat Iduladha 2026 di Lokasi Berbeda CIPUTAT, BANTENEKSPRES.CO.ID – Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie dan Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan dijadwalkan melaksanakan salat Iduladha 2026 di lokasi berbeda, sama seperti pelaksanaan pada tahun-tahun sebelumnya. Kepala Bidang Penyelenggaraan Statistik dan Layanan Informasi Publik Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tangsel, Budi Irwan Sukendar mengatakan, Wali Kota Benyamin Davnie akan melaksanakan salat Iduladha di Masjid Islamic Center Baiturrahmi BSD, Kecamatan Serpong. “Sementara Wakil Wali Kota Pilar Saga Ichsan akan melaksanakan salat Iduladha di Masjid Al Itishom kawasan Balai Kota Tangsel di Ciputat,” ujarnya kepada BANTENEKSPRES.CO.ID, Senin, 25 Mei 2026. Menurut Budi, pelaksanaan salat Iduladha di dua lokasi berbeda tersebut dilakukan agar jajaran pimpinan daerah dapat menjangkau lebih banyak masyarakat di berbagai wilayah Kota Tangsel. Ia menambahkan, Wali Kota Benyamin Davnie nantinya juga diperkirakan akan didampingi sejumlah pejabat di lingkungan Pemkot Tangsel saat pelaksanaan salat Iduladha di kawasan BSD. Beberapa pejabat yang biasanya hadir di antaranya Ketua DPRD Kota Tangsel Abdul Rasyid, Asisten Daerah Kota Tangsel Chaerudin serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah lainnya. Selain pelaksanaan salat Iduladha, Pemkot Tangsel juga akan menyalurkan hewan kurban kepada masyarakat di tujuh kecamatan yang ada di Kota Tangsel. Namun demikian, Budi mengaku belum mengetahui secara pasti jumlah hewan kurban yang akan disalurkan tahun ini. “Pemkot Tangsel tentu akan menyalurkan hewan kurban ke wilayah-wilayah di tujuh kecamatan, tetapi untuk jumlah pastinya masih menunggu data,” jelasnya. Usai pelaksanaan salat Iduladha, Wali Kota Benyamin Davnie juga dijadwalkan menyerahkan hewan kurban secara simbolis kepada perwakilan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) dan masyarakat di Masjid Islamic Center Baiturrahmi BSD. (*) Reporter : Tri Budi Caption : Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie (kanan) menyerahkan sapi kepada pengurus DKM Masjid Islamic Center (kiri) seusai salat iduladha tahun lalu. Tri Budi/Bantenekspres.co.id Tags : iduladha 2026, salat iduladha, islamic center bsd, pemkot tangsel, bemyamin davnie, budi irwan sukendar
Keluhan itu disampaikan warga saat mendatangi DPRD Kabupaten Tangerang. Mereka menyoroti dampak lingkungan dari pengurukan lahan yang disebut mencapai sekitar 7,1 hektar.
Perwakilan warga, Heri Hermawan mengatakan, pengurukan dilakukan dengan ketinggian tanah yang melebihi permukaan rumah warga. Akibatnya, air hujan tidak lagi terserap dan justru mengalir ke permukiman.
“Kalau kiri-kanan sawah diuruk semua, pasti akan banjir. Karena resapan air sudah tertutup tanah dan beton,” ujarnya, Senin 25 Mei 2026.
Menurutnya, sebagian dampak banjir bahkan sudah dirasakan warga di lokasi pengurukan lain yang sebelumnya telah selesai dikerjakan. Rumah-rumah warga disebut mulai terendam karena posisi tanah hasil urukan lebih tinggi dibanding permukiman.
“Pengurukan yang sudah selesai saja dampaknya rumah warga kerendam. Karena ketinggian tanahnya melebihi permukaan rumah warga,” katanya.
Warga menilai hilangnya lahan sawah produktif turut memperparah potensi banjir. Sebab, selama ini area persawahan berfungsi sebagai daerah resapan air alami.
Selain itu, mereka juga mengkhawatirkan sistem drainase di kawasan tersebut tidak mampu menampung debit air jika seluruh lahan di sekitar lokasi berubah menjadi area urukan.
“Kalau sawah sudah tertutup semua, air mau lari ke mana? Akhirnya masuk ke rumah warga,” ucapnya.
Tak hanya banjir, aktivitas pengurukan juga memunculkan keresahan akibat lalu lalang truk tanah yang menggunakan akses jalan desa. Heri menilai jalan tersebut tidak dirancang untuk menahan beban kendaraan berat secara terus-menerus.
“Kami meminta pemerintah daerah segera menghentikan aktivitas pengurukan dan menegakkan aturan perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan,” ucapnya. (*)
Post Views: 37