2030 Tangsel Targetkan Bebas TBC, Tren Capaian Pengobatan Naik Sejak 2021

TBC
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangsel Allin Hendalin Mahdaniar. Credit: Tri Budi Sulaksono/Banten Ekspres)

”Dalam waktu 6 bulan ada yang bisa sembuh dan ada yang membutuhkan waktu lebih karena, TBC ada yang sensitif obat resisten,” jelasnya.

Wanita berkerudung tersebut mengaku, untuk mencegah dan menemukan terjadinya TBC telah digencarkan pro­gram atau kampanye Temukan Tu­ber­kulosis, Obat Sampai Sem­buh (TOSS) TBC di Indo­nesia.

Bacaan Lainnya

”Kampanye ini menjadi salah satu pendekatan untuk mene­mukan, mendiagnosis, me­ngobati dan menyembuhkan pasien TBC, serta menghen­tikan penularan TBC di masya­rakat,” tuturnya.

Mantan Direktur RSU Kota Tangsel tersebut menuturkan, program pencegahan dan pe­ngendalian penyakit TBC dilaku­kan melalui upaya pro­motif dan preventif sekaligus tetap memberi perhatian pada aspek pengobatan yang ber­tujuan untuk melindungi ma­syarakat.

Adapun langkah pencegahan penularan tuberkulosis maka harus memahami etika batuk atau bersin gunakan masker, tutup mulut dan hidung dengan lengan atas bagian dalam.

Pos terkait