TANGERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Keterbatasan daya tampung sekolah negeri, Pemkot Tangerang mendorong sekolah swasta terus dapat meningkatkan kualitasnya terutama yang sudah bekerjasama dalam program sekolah swasta gratis.
Wali Kota Tangerang, Sachrudin mengatakan, di Kota Tangerang saat ini memiliki 471 SD Negeri dan 34 SMP Negeri. Oleh karenanya, pihaknya mendorong sekolah swasta dapat meningkatkan kualitas dalam proses belajar mengajar sesuai yang diharapkan.
“Kita dorong kualitas pendidikan di sekolah swasta untuk ditingkatkan terus,” ujar Sachrudin< Senin, 8 Juni 2026.
Sachrudin mengimbau para orang tua tidak perlu panik jika putra-putrinya tidak lolos seleksi pada Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) di sekolah negeri.
Dikatakannya, Pemkot Tangerang telah menyiapkan program sekolah swasta gratis yang kualitasnya tidak kalah dengan sekolah negeri sebagai solusi konkret agar seluruh anak di Kota Tangerang tetap mendapatkan hak pendidikan yang layak.
“Kita dorong ke swasta, karena kita juga sudah ada program pelayanan sekolah swasta gratis bagi masyarakat yang tidak diterima di sekolah negeri,” ujarnya.
“Kita sudah optimalkan dan maksimalkan pelayanan di bidang pendidikan untuk menciptakan pendidikan yang berkualitas secara menyeluruh,” sambungnya.
Ia juga mematahkan stigma bahwa kesuksesan anak hanya bisa diraih melalui sekolah negeri atau sekolah yang dianggap favorit. Menurutnya, kualitas pendidikan di sekolah swasta yang terus didorong untuk setara dengan sekolah negeri. Bahkan, banyak orang sukses yang lahir dari sekolah biasa.
“Lihat aja contoh-contoh orang sukses, tuh bukan hanya dari sekolah negeri atau sekolah tertentu yang dianggap favorit saja. Banyak sekolah yang dianggap biasa, sebenarnya berkualitas. Jadi tergantung perhatian masyarakat dan orang tua terhadap perkembangan anak, baik di sekolah maupun di lingkungan pergaulannya,” ujar Sachrudin.
Sachrudin menyampaikan, SPMB tingkat SD dan SMP Negeri tahun 2026 dilaksanakan secara objektif, transparan, dan bebas dari praktik kecurangan. Ia menekankan, tidak boleh ada ruang bagi tindakan curang, termasuk pungutan liar (pungli) dan praktik “titip-menitip” siswa.
Untuk mengawal jalannya seleksi ini, Pemkot Tangerang telah membentuk tim pengawasan khusus yang melibatkan steakholder termasuk lembaga antirasuah.
“Kita sudah bentuk timnya ya dari berbagai steakholeser, untuk pengawasan ini termasuk dari pihak KPK. Agar SPMB ini berjalan sesuai dengan peraturan yang sudah kita tetapkan, tidak boleh ada pungli, dan berjalan secara objektif serta transparan,” tegasnya.
Ia berharap, pelaksanaan SPMB tahun ini dapat berjalan lancar tanpa hambatan teknis maupun non-teknis.
Selain itu, Sachrudin juga menuturkan, momentum pembagian rapor akhir tahun ajaran, merujuk pada Surat Edaran dari Menpan-RB dan Menteri Dalam Negeri, ia mengingatkan para orang tua, khususnya figur ayah, untuk hadir langsung mengambil rapor anak di sekolah.
Menurut Sachrudin, kehadiran ayah dalam momen ini memiliki dampak psikologis yang sangat besar bagi tumbuh kembang dan rasa percaya diri anak.
“Ini salah satu bentuk perhatian untuk mendorong motivasi pada anak-anak kita agar lebih percaya diri. Selain itu, ini bisa membangun komunikasi dua arah antara orang tua, khususnya ayah dengan anak, untuk melihat perkembangan mereka sebagai generasi penerus bangsa,” pungkasnya.(*)











