”Dengan capaian dan semangat kolaboratif yang terus dijaga, kami yakin mampu menjadi kota bebas TBC sebelum 2030 sesuai dengan target nasional dan global,” tambahnya.
Menurutnya, dari 2024 hingga pertengahan Juni 2025 total mencapai 8.720 kasus tuberkulosis. Jumlah tersebut terdiri dari 6.205 kasus pada 2025 dan 2.515 kasus dari Januari hingga 13 Juni 2025.
Angka tersebut bukan untuk ditakuti namun, justru menjadi alarm untuk bertindak lebih cepat dan terukur.
“Kalau semakin banyak kasus ditemukan, itu artinya surveilans kita bekerja. Tugas kita adalah memastikan semua pasien mendapatkan pengobatan sampai tuntas,” terangnya.
Capaian tersebut merupakan hasil kerja keras tim kesehatan dan programas skrining aktif yang dilakukan Dinkes Tangsel, seperti Ngider Sehat dan cek Kesehatan Gratis (CKG) di komunitas maupun fasilitas layanan kesehatan.
Pemerintah juga terus menggencarkan edukasi agar pasien menjalani pengobatan hingga tuntas, mengingat pengobatan tuberkulosis minimal memerlukan waktu 6 bulan tanpa putus.











