“Kemudian, kita akan ke tempat lain yang ada PTSL-nya supaya pelayanan bisa lebih cepat dan akurat, serta masyarakat bisa lebih menikmati pelayanan agar tidak jauh,” sambungnya.
Ishak mengatakan, sementara ini warung BPHTB difokuskan di Kecamatan Kramatwatu dahulu. Ke depan rencananya akan diperluas ke wilayah yang ada program PTSL.
Sejauh ini, masih banyak warga yang belum bayar pajak BPHTB. Karena informasi yang mereka terima masih belum jelas. Program ini hadir untuk memudahkan warga.
“Makanya kami turun sekaligus melaksanakan pelayanan, karena untuk menjaga keamanan ke masyarakat yang punya sertifikat ketika mau alih nama, alih kepemilikan, lebih ringan sekarang ini. Karena, ketika nanti dia mau akan melakukan balik nama atau peralihan hak dan lainnya juga tetap harus dibayarkan,” ujarnya.
Adanya warung BPHTB ini juga untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari pajak BPHTB, karena dari target Rp170,9 miliar, baru terealisasi sampai sekarang ini hanya 25,3 persen.











