Bara menambahkan, rutinias bagi para siswa tersebut juga bagian dari pembelajaran pola hidup berish dan sehat (PHBS). Sebelum turun ke halaman sekolah, para siswa diajak merapikan dan membersihkan ruang kelas. Ini agar meraka jmterbiasa sebelum melakukan aktivitas belajar, ruangan kelas sudah bersih dan rapih.
‘’Kami ingin anak-anak tidak hanya paham tentang bahaya DBD, tetapi juga terbiasa menjaga kebersihan. Harapannya, kebiasaan ini mereka bawa hingga ke rumah dan lingkungan sekitar,’’ paparnya.
Ia menjelaskan, PSN dan 3M menguras, menutup, dan mendaur ulang adalah langkah utama dalam pencegahan DBD. Maka itu, pihaknya mengajak siswa untuk bisa melakukan antisipasi dan mencegah adanya kasus DBD di sekolah. Jika itu dijalankan secara rutin, maka tidak ada lagi kasus DBD di lingkungan sekolah ataupun di wilayah Kecamatan Pakuhaji.
”Gerakan ini juga instruksi Camat Pakuhaji yang mengajak seluruh elemen pendidikan menerapkan dan mencegah adanya kasus DBD. Maka itu, kita harus bersinergi dan membantu pemerintah daerah dalam melakukan pencegahan,” tutupnya.(ran)











