Cegah Penyakit Campak, Ini Edukasi dari Dokter Spesialis Anak Bethsaida Hospital Serang 

Cegah Penyakit Campak, Ini Edukasi dari Dokter Spesialis Anak Bethsaida Hospital Serang 

SERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Campak masih menjadi salah satu penyakit infeksi yang perlu diwaspadai, khususnya pada anak-anak.

Penyakit yang dikenal juga sebagai measles atau morbili ini memiliki tingkat penularan yang sangat tinggi dan dapat menyebabkan komplikasi serius jika tidak ditangani dengan tepat.

Bacaan Lainnya

Campak disebabkan oleh virus yang menyebar melalui droplet atau percikan ludah saat penderita batuk maupun bersin. Bahkan, virus ini dapat bertahan di udara hingga dua jam setelah penderita meninggalkan ruangan, sehingga risiko penularan di lingkungan tertutup menjadi sangat tinggi.

Gejala Awal hingga Ruam Khas

Secara klinis, campak memiliki tiga tahap perkembangan. Pada tahap awal atau fase prodromal yang berlangsung 2–4 hari, anak biasanya mengalami demam tinggi yang disertai 3C, antara lain batuk (cough), pilek (coryza), dan mata merah (conjunctivitis).

Pada fase ini juga dapat muncul tanda khas berupa Koplik Spots, yaitu bercak merah terang di bagian dalam pipi dengan noda bercak keabu-abuan.

Selanjutnya, memasuki fase eksantem, muncul ruam kemerahan yang dimulai dari area belakang telinga dan garis rambut, kemudian menyebar ke wajah, leher, hingga seluruh tubuh. Pada fase ini, demam biasanya mencapai puncaknya (mencapai 40 derajat) pada hari ke 2-3 setelah munculnya ruam.

Memasuki fase pemulihan atau fase konvalesens, umumnya ruam akan berangsur menghilang setelah 3-4 hari dan meninggalkan warna kecoklatan sebelum akhirnya hilang sepenuhnya.

Berisiko Komplikasi Serius

Meski sering dianggap sebagai penyakit umum pada anak, campak dapat menimbulkan komplikasi yang tidak ringan. Beberapa di antaranya adalah pneumonia, infeksi telinga, diare, hingga radang otak atau ensefalitis.

Penanganan campak sendiri bersifat suportif, seperti pemberian obat penurun demam, istirahat yang cukup, asupan cairan, serta vitamin A untuk membantu meningkatkan daya tahan tubuh dan mengurangi risiko komplikasi.

Vaksinasi, Perlindungan Paling Efektif

Upaya pencegahan paling efektif terhadap campak adalah melalui imunisasi MR/MMR (Measles Rubella/Mumps Measles Rubella). Vaksin ini terbukti memiliki efektivitas hingga 93% untuk satu dosis dan meningkat menjadi 97% setelah dua dosis.

Vaksin MR direkomendasikan diberikan mulai usia 9 bulan, dilanjutkan dengan dosis berikutnya pada usia 15–18 bulan dan usia 5–7 tahun.

Menurut dr. Nur Latifah Amilda, Sp.A, dokter spesialis anak di Bethsaida Hospital Serang, pemberian vaksin sebelum usia 9 bulan belum optimal karena bayi masih memiliki antibodi alami dari ibu.

“Jika vaksin diberikan terlalu dini, antibodi dari ibu bisa menetralisir vaksin sehingga kekebalan tidak terbentuk secara maksimal. Oleh karena itu, penting mengikuti jadwal imunisasi yang direkomendasikan,” jelasnya.

 

Perlindungan Bayi di Bawah 9 Bulan

Bagi bayi yang belum mencapai usia vaksinasi, perlindungan tetap dapat dilakukan melalui pendekatan lingkungan.

Salah satunya adalah cocoon strategy, yaitu memastikan seluruh anggota keluarga dan orang terdekat sudah mendapatkan vaksin MR/MMR.

Menurutnya, bayi di bawah usia 9 bulan belum bisa mendapatkan perlindungan vaksin secara optimal, sehingga perlindungan terbaik adalah dari lingkungan sekitarnya.

“Dengan memastikan orang-orang terdekat sudah divaksin, kita membentuk perlindungan berlapis agar virus tidak sampai mengenai bayi,” tambah dr. Nur Latifah

Selain itu, orang tua juga dianjurkan untuk membatasi kontak bayi dengan orang yang sedang sakit, menghindari kerumunan terutama di ruang tertutup, serta menjaga kebersihan dengan mencuci tangan dan mengganti pakaian setelah bepergian..

Bethsaida Hospital Serang memberikan pelayanan kesehatan yang komprehensif, perlindungan kesehatan anak melalui Women & Children Center.

Center ini menghadirkan layanan terpadu mulai dari konsultasi dokter spesialis anak, pemantauan tumbuh kembang anak, imunisasi lengkap, hingga penanganan penyakit infeksi anak.

Seluruh layanan didukung oleh fasilitas modern serta tim tenaga medis berpengalaman, guna memastikan setiap anak mendapatkan perawatan yang optimal sejak dini.

“Kami tidak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga pada upaya pencegahan dan edukasi kesehatan kepada masyarakat,” ujar Direktur Bethsaida Hospital Serang, dr. Tirtamulya Juandy.

Melalui layanan yang terintegrasi dan berbasis patient-centered care, jelas Tirtamulya, Bethsaida mendampingi orang tua dalam setiap tahap tumbuh kembang anak mulai dari deteksi dini, imunisasi, hingga penanganan medis yang tepat.

“Dengan dukungan fasilitas modern dan tim multidisiplin, kami berharap dapat memberikan perlindungan yang optimal serta meningkatkan kualitas keseqhatan anak secara menyeluruh,” tutup dr. Tirtamulya. (*)

Pos terkait