”Para siswa, mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana menanam sayuran secara praktis, mulai dari proses penyemaian hingga panen. Dengan cara ini, siswa bisa paham tentang bagaimana cara urban farming di tengah perkotaan,”ujarnya kepada Banten Ekspres, Rabu (1/5).
Asep menambahkan, pentingnya perawatan tanaman dan kesadaran akan sumber makanan, merupakan pesan yang sangat berharga. Melalui kegiatan seperti urban farming, diharapkan generasi muda dapat lebih menghargai proses pertanian dan lingkungan sekitar mereka.
”Semoga kegiatan ini menjadi awal dari kesadaran yang lebih luas tentang pentingnya pertanian perkotaan dan keberlanjutan lingkungan di kalangan siswa SMPN 3 Tigaraksa. Diharapkan dikemudian hari, siswa bisa mempraktikkan cara urban farming dan juga bisa menjaga tradisi pertanian,”paparnya.
Ia menjelaskan, dengan cara urban farming siswa juga bisa menjadi mengerti. Bahkan dengan media yang sederhana, siswa bisa melakukan urban farming di rumah mereka ataupun di lingkungan sekitar rumah. Ini karena urban farming tidak perlu lahan yang luas untuk melakukan penanaman.
”Edukasi ini juga bisa membuat siswa lebih praktis dalam menjalankan urban farming, karena memang tidak perlu lahan yang luas seperti konsep pertanian yang ada. Cukup ada media yang bisa digunakan, siswa bisa melakukan urban farming dengan mudah,” tutupnya.(ran)











