“Bentuk dukungan listriknya tentunya, jaringan listriknya. Karena ini kan kereta listrik, berarti kota butuh listrik dari PLN,” ucapnya.
Budi menjelaskan bahwa setelah ini akan dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan PLN UP3 Banten Utara, sebagai tindak lanjut dari rencana dukungan pasokan listrik untuk operasional KRL. Langkah ini dinilai sebagai bagian penting dalam memastikan ketersediaan infrastruktur pendukung, mengingat KRL membutuhkan tenaga listrik sebagai sumber utama operasionalnya
“MOU secepatnya kita akan kirim draftnya kepada bagian legalnya PLN, agar bisa diselaraskan terkait MOU tersebut. Dan insya Allah minggu depan setelah MoU dengan KAI saya akan melakukan MOU dengan PLN. Jadi targetnya minggu depan,” katanya.
Terakhir, Budi menambahkan bahwa dengan adanya dukungan dari PLN melalui pasokan listrik, pembangunan KRL Rute Serang-Jakarta dipastikan akan segera dimulai pada tahun 2026.










