SERANG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Program liga desa fiskal milik Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Serang, masih terkendala penyelesaian Bagi Hasil Pajak dan Retribusi Daerah (BHPRD) ke desa yang belum selesai dibayarkan.
Sehingga program liga desa fiskal ini, baru dilaksanakan pada awal 2027 mendatang, karena sistem aplikasi dan lain sebagainya sudah sampai 90 persen hanya tinggal dijalankan.
Kepala Bapenda Kabupaten Serang Lalu Farhan Nugraha mengatakan, Pemkab Serang saat ini masih fokus dalam penyelesaian BHPRD, sampai sekarang masih belum selesai dibayarkan kepada semua desa.
Sehingga program liga desa fiskal tahun ini belum bisa dilaksanakan, meskipun seluruh persiapannya sudah mencapai 90 persen.
“Kendalanya berkaitan dengan masalah BHPRD, jadi kita ingin menyelesaikannya baru bisa memulai program liga desa fiskal,” katanya kepada wartawan, Jumat 25 September 2026.
Farhan mengatakan, BHPRD kepada desa belum dilunasi karena anggaran yang terbatas, maka untuk program liga desa fiskal direncanakan mulai pada 2027.
Ketika sudah selesai BHPRD ke desa, baru pihaknya bisa menyesuaikan terkait dengan persentase, yang akan diberikan kepada masing masing desa penghasil pendapatan.
“Tahun ini kita mau melunasi BHPRD yang masih memiliki kendala pendistribusian, karena anggarannya tidak ada, maka sepertinya liga desa fiskal terpending sampai 2027. Saat ini, kami sedang melakukan sinkronisasi data yang ada untuk program liga desa fiskal,” ujarnya.
Dikatakan Farhan, program liga desa fiskal memiliki banyak keuntungan seperti desa bisa secara kompetitif, untuk berlomba-lomba menghasilkan pendapatan yang lebih besar daripada sebelumnya.
Dalam pelaksanaannya akan uji coba dulu dengan melibatkan satu desa tiap kecamatan, desa yang dipilih yang sudah memiliki basis pendapatan dan sudah terpetakan.
“Jadi yang pasti desa-desa penghasil pendapatan itu seperti Desa Anyar, Desa Bojonegara, Desa Pulo Ampel, yang notabenenya secara pendapatan memberikan kontribusi besar terhadap penerimaan pendapatan asli daerah,” ucapnya. (*)
Reporter : Agung Gumelar











