Jelang Porprov, Pilar Dorong Atlet Se-Banten Dapat Perlindungan BPJS

Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan. Tri Budi/Bantenekspres.co.id

 

CIPUTAT, BANTENEKSPRES.CO.ID – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Tangsel menyiapkan dukungan layanan kesehatan untuk pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Banten 2026. Sebanyak 33 rumah sakit pemerintah dan swasta di Kota Tangsel disiapkan untuk menangani kebutuhan medis selama ajang olahraga tersebut.

Bacaan Lainnya

Sekretaris Umum KONI Kota Tangsel Irfan mengatakan, keterlibatan puluhan rumah sakit tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan Porprov. Sebagai tuan rumah, Tangsel perlu melibatkan berbagai mitra untuk memastikan seluruh kebutuhan selama pertandingan dapat terpenuhi.

“Porprov ini menjadi ajang olahraga terbesar di Provinsi Banten dan akan dilaksanakan di Tangsel. Akan ada ribuan orang yang datang ke Tangsel,” ujarnya kepada BANTENEKSPRES.CO.ID, Kamis, 24 September 2026.

Irfan menambahkan, 33 rumah sakit yang dilibatkan terdiri dari rumah sakit pemerintah dan swasta. Selain itu, KONI Tangsel juga berkoordinasi dengan sejumlah rumah sakit penyangga di sekitar Tangsel, seperti RSUD Kabupaten Tangerang, RSUD Kota Tangerang dan RS Bethsaida.

“Kita menyiapkan rumah sakitnya. Untuk biaya, itu berasal dari kabupaten dan kota masing-masing,” tambahnya.

Untuk pertandingan cabang olahraga selancar yang berlangsung di wilayah Bayah, Kabupaten Lebak, KONI Tangsel juga melakukan koordinasi dengan RSUD Malingping. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan dukungan medis tetap tersedia bagi peserta di lokasi pertandingan yang berada di luar Kota Tangsel.

Irfan mengaku, rumah sakit penyangga yang disiapkan tersebut telah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Sementara itu, atlet yang mengikuti Porprov juga dipastikan memiliki kepesertaan BPJS Kesehatan.

“Kepesertaan BPJS Kesehatan menjadi salah satu syarat dalam proses pendataan atlet secara by name,” jelasnya.

Dalam Porprov VII Banten 2026, kontingen Kota Tangsel akan diperkuat sebanyak 1.553 orang. Jumlah tersebut terdiri dari 1.184 atlet, 151 pelatih, 98 asisten pelatih, 60 manajer dan 60 ofisial.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan mengatakan, Pemkot Tangsel juga telah mengumpulkan rumah sakit yang berada di wilayahnya untuk membahas dukungan pelayanan kesehatan selama pelaksanaan Porprov.

“Kita panggil mereka karena dalam SK yang disampaikan Pak Wali Kota, semua rumah sakit, termasuk fasilitas kesehatan, baik itu daerah maupun swasta, masuk dalam struktur kepengurusan kepanitiaan PB Porprov,” ujarnya.

Pilar mengatakan, rumah sakit tersebut nantinya memberikan penanganan medis apabila atlet, ofisial, pelatih, perangkat pertandingan maupun panitia mengalami sakit atau insiden selama pertandingan berlangsung.

“Komitmen kita, kalau ada atlet atau ofisial, pelatih ataupun perangkat pertandingan, panitia yang sakit, khususnya atlet, itu bisa ditangani secara cepat dengan BPJS Ketenagakerjaan yang mereka punya,” tambahnya.

Pilar juga berharap, pemerintah kabupaten dan kota se-Banten memberikan perlindungan melalui kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi atlet yang dikirim mengikuti Porprov. Hal itu untuk memudahkan penanganan apabila terjadi insiden selama pertandingan.

Di sisi lain, terkait dukungan anggaran, Pilar menyebut proses pencairan hibah tahap kedua kepada PB Porprov Tangsel hampir selesai. Pemkot Tangsel sebelumnya mengalokasikan hibah sebesar Rp24 miliar yang diberikan dalam dua tahap.

“Laporan Surat Pertanggungjawaban (SPJ) tahap pertama yang Rp12 miliar sudah hampir selesai, dalam waktu dekat akan dilakukan pencairan yang kedua,” tuturnya.

Selain hibah dari Pemkot Tangsel, dukungan anggaran dari Pemerintah Provinsi Banten disebut mencapai sekitar Rp6,8 miliar untuk PB Porprov. “Anggaran ini antara lain digunakan untuk kebutuhan penyelenggaraan pertandingan, termasuk perangkat pertandingan seperti wasit,” tutup pria yang juga menjabat Ketua PB Porprov Banten 2026 ini. (*)

 

Pos terkait