Ratusan Warga Sukadana Tolak Relokasi ke Rusunawa

Warga Sukadana
PROTES WARGA: Ratusan warga kampung Sukadana, melakukan protes di kantor Kecamatan Kasemen. Protes tersebut terkait rencana Pemkot Serang merelokasi rumah warga yang berada di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Cibanten, pada Rabu (16/4). (CREDIT: ALDI ALPIAN INDRA/BANTEN EKSPRES)

Muhammad Asruri, warga Kampung Sukadana, ia menilai bahwa pindah ke Rusunawa bukan merupakan solusi atas permasalahan yang mereka hadapi. Dirinya beranggapan bahwa banyak berbagai kekurangan, mulai dari lokasi yang jauh dari tempat kerja hingga kesulitan akses sekolah bagi anak-anak.

“Jangan dipaksakan kami pindah ke Rusunawa. Rusun itu bukan solusi pak,” kata Asruri.

Bacaan Lainnya

Ia menyarankan kepada pemerintah agar tidak memindahkan masyarakat ke Rusunawa. Sebagai gantinya, ia mengusulkan agar pemerintah menggunakan dana APBD untuk membelikan sebidang lahan yang bisa dimanfaatkan warga untuk membangun rumah secara mandiri.

“Intinya mah kami di sini warga sukadana tidak mau dipindahkan di Rusunawa. Kalau mau, anggaran APBD Kota Serang kan 1, 6 triyun. Tolong kondisikan dari 224 KK belikan sepetak tanah Itu, Biar mereka ngebangun, itu baru solusi,” ujarnya.

Dirinya justru menilai, bahwa normalisasi sungai dan pembongkaran DAS Cibanten di kampung Sukadana kurang tepat.

Pos terkait