SERANG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah menyebutkan, percepatan digitalisasi sangat penting untuk dapat mencegah terjadinya kebocoran pendapatan di Kabupaten Serang.
Karena semua transaksi pajak akan menggunakan metode digitalisasi, tidak lagi bayar cash namun bisa pakai Qris, M Banking, atau bisa juga melalui minimarket.
Hal itu disampaikannya usai membuka acara High Level Meeting Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Kabupaten Serang, di Swissbell Hotel Cikande, Kecamatan Cikande, Rabu 15 April 2026.
Zakiyah mengatakan, high level meeting ini untuk akselerasi implementasi roadmap Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) 2025-2029, yang sangat strategis dalam rangka kemandirian fiskal.
Tujuannya kedepan untuk dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), melalui digitalisasi agar bisa menghindari kebocoran pendapatan.
“Kegiatan ini tentunya sangat penting, untuk akselerasi digitalisasi supaya dapat meningkatkan pendapatan asli daerah serta mencegah terjadinya kebocoran pendapatan,” katanya.
Kata Zakiyah, kemandirian fiskal dapat dicapai dengan cara salah satunya dengan menghindari kebocoran pendapatan, maka high level meeting dilakukan untuk menyinkronkan seluruh OPD terkait percepatan digitalisasi.
Sehingga akhir 2026 ditargetakan seluruh ASN, terutama petugas yang mengumpulkan retribusi agar mendapatkan pelatihan digitalisasi.
“Supaya mereka mengetahui apa yang harus dilakukan ketika memberikan pelayanan kepada masyarakat, dengan begitu akan memperkuat sinergitas antar OPD. Supaya tidak jalan sendiri, namun harus bisa sinkron, bersinergi dan berkoordinasi, agar ketika ada masalah bisa diatasi bersama-sama,” ujarnya.
Zakiyah bersyukur, Kabupaten Serang sudah menjadi role model nasional untuk percepatan penggunaan ETPD, dengan adanya kegiatan ini bisa terus melakukan akselerasi transformasi digitalisasi di wilayahnya.
“Kita terus lakukan persiapan-persiapan, untuk menuju percepatan atau akselerasi digitalisasi di wilayah kami, terutama dalam rangka pelayanan publik kepada masyarakat,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Bapenda Kabupaten Serang Lalu Farhan Nugraha mengatakan, dengan adanya kegiatan high level meeting dan mendapatkan support dari Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah, menjadi motivasinya sebagai penghasil retribusi untuk bisa memberikan edukasi dan percepatan digitalisasi dalam sistem elektronifikasi transaksi.
Dengan demikian bisa menambah semangat bagi tim di Bapenda Kabupaten Serang, untuk terus masif memberikan pemahaman dan informasi kepada masyarakat, secara utuh dan komprehensif kaitan bagaimana dipermudah dengan transaksi digital.
“Dengan adanya percepatan dan transformasi dari pembayaran konvensional ke digitalisasi, bisa memaksimalkan capaian PAD, ditarget penerapan digitalisasi bisa dilakukan pada semua pelayanan. Kita punya mobil keliling, menjadi garda terdepan kami untuk bisa memberikan edukasi secara masif kepada masyarakat, dan bisa melakukan pembayaran pajak langsung bertransaksi di mobil keliling,” katanya.
Dikatakan Lalu, pelatihan digitalisasi sudah berjalan sejak tahun lalu, ada beberapa petugas pajak yang dikirim untuk mendapatkan pelatihan dan edukasi kaitan ETPD.
Bahkan nanti akan ada yang dikirim ke STAN, untuk belajar soal penghitungan dan penagihan, diharapkan mereka bisa kembali dengan hasil agar dipraktekkan langsung dengan memberikan pemahaman secara komprehensif ke masyarakat.
“Masyarakat nantinya tidak setengah-setengah mendapatkan informasinya, khawatir masih ada yang belum paham bayar menggunakan Qris maka perlu diberikan pemahaman utuh, barcode yang sudah kita sosialisasikan itu sudah langsung ngelink dengan bank pembantu,” ujarnya. (*)











