”Seperti contoh, siswa tidur saat di jam belajar atau siswa bolos sekolah. Kami selalu memanggil orang tua siswa untuk memberitahukan, bahwa anaknya melakukan pelanggaran. Tidak ada kesalahan siswa yang langsung ditindak. Hal tersebut, agar tidak terjadi kesalahpahaman,” ujarnya kepada Banten Ekspres, Selasa (15/4).
Netty menambahkan, sejauh ini dirinya selaku kepala sekolah selalu memantau kinerja guru. Dia mengaku selalu menanyakan dalam evaluasi mengenai cara dan proses mendidik siswanya. Hal tersebut, agar tidak terjadi kasus yang membuat guru bermasalah oleh orang tua siswa.
”Sekolah adalah tempat mendidik anak agar bisa mempunyai kualitas, jika orang tua gagal paham maka pihak sekolah akan mengembalikan anak tersebut ke orang tua siswa agar biar orang tua siswa yang mendidik. Karena, tidak semua guru melakukan tindakan yang merugikan siswa ataupun orang tua dalam mendidik,” paparnya.










