Dalam setiap aksinya, para pelaku tidak ragu untuk melukai korban dengan senjata tajam. Salah satu kejadian terakhir yang terjadi di Sindang Jaya pada 2 April 2025, mengakibatkan korban mengalami luka serius di bagian hidung akibat sabetan parang dari tersangka.
Kapolsek menjelaskan bahwa setiap tersangka memiliki peran yang berbeda dalam aksi kejahatan tersebut. MR berperan sebagai pembawa senjata tajam untuk menyerang korban, MF berfungsi sebagai joki setelah berhasil merampas motor, dan AA berperan sebagai joki saat mereka mencari target. Sementara itu, AF bertugas sebagai penjual sepeda motor hasil curian kepada seseorang yang saat ini masih dalam penyelidikan.
“Sepeda motor hasil kejahatan ini dijual kembali dengan harga berkisar antara 3 hingga 6 juta rupiah. Uang hasil penjualan tersebut kemudian dibagi-bagikan dan digunakan untuk kegiatan yang tidak bermanfaat,” ungkap Syamsul.
“Atas perbuatan tersebut, para tersangka akan dijerat dengan Pasal 365 KUHPidana dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara,” tutup Kapolsek.(sep)











